Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Jika China Tiru Rusia, Taiwan Akan Beri Perlawanan ala Ukraina

Karenanya dengan invasi Rusia ke Ukraina, China disebut-sebut ingin meniru langkah itu untuk merebut Taiwan.

LAYANAN PERS KEPRESIDENAN UKRAINA / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengunjungi pasukan di garis depan perbatasan Ukraina timur dengan Rusia di wilayah Donetsk pada Hari Angkatan Bersenjata Ukraina, Senin (6/12). 

TRIBUNJATENG.COM, TAIPEI - Suhu politik di Asia Timur mulai memanas seiring invasi Rusia ke Ukraina

Pihak China dikabarkan meprovokasi Taiwan dengan menerbangkan pesawat tempurnya.

Seperti diketahui, Taiwan selama ini dianggap oleh China sebagai bagian dari negeri tirai bambu tersebut.

Baca juga: Serangan Udara Rusia Hantam Rumah Sakit Bersalin di Mariupol Ukraina, 3 Orang Tewas

Karenanya dengan invasi Rusia ke Ukraina, China disebut-sebut ingin meniru langkah itu untuk merebut Taiwan.

Namun demikian, bukan hal yang mudah bila China akan menginvasi Taiwan.

Ahli strategi militer Taiwan telah mempelajari invasi Rusia ke Ukraina.

Dan, perlawanan Ukraina akan menjadi strategi pertempuran Taiwan jika terjadi perang dengan China.

"Ukraina, di bawah kondisi yang tidak menguntungkan dari musuh yang lebih besar dari mereka, telah secara efektif menahan serangan militer Rusia," kata Kementerian Pertahanan Taiwan dalam laporan kepada parlemen pada Kamis (10/3), seperti dilansir Reuters.

Militer Taiwan telah "merujuk" pengalaman Ukraina untuk bisa memanfaatkan pertempuran di tanah airnya dan sudah memasukkan "perang asimetris" ke dalam perencanaan, Kementerian Pertahanan Tawian menambahkan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah memperjuangkan gagasan "perang asimetris", untuk membuat pasukannya lebih mobile dan sulit diserang, misalnya, dengan memasang rudal di kendaraan.

Hanya, tidak peduli siapa yang menang dalam perang di masa depan antara Taiwan dan China, itu akan menjadi "kemenangan yang menyedihkan", Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan pada Kamis (10/3/2022).

Menurut Chiu, kedua belah pihak akan membayar harga yang mahal jika terjadi konflik antara China dan Taiwan, dengan Beijing telah berjanji untuk merebut kembali pulau itu, dengan kekerasan jika perlu.

“Jika terjadi perang, terus terang, semua orang akan sengsara, bahkan untuk pemenangnya,” katanya, seperti dikutip Reuters.

"Seseorang harus benar-benar memikirkan ini," ungkap Chiu sebelum sesi parlemen Taiwan tentang implikasi keamanan dari invasi Rusia ke Ukraina. "Semua orang harus menghindari perang".

Sementara Taiwan telah meningkatkan tingkat siaganya sejak perang di Ukraina, Taipe melaporkan, tidak ada kegiatan militer China yang tidak biasa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved