Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Mobil Bekas Taksi Blue Bird Belum Stabil, Ini Penyebabnya

Selama pandemi Covid-19, penjualan eks taksi blue bird sendiri tidak bisa diperkirakan dan cenderung naik-turun.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Showroom mobil bekas taksi blue bird di Pedurungan Semarang. 

"Mobil taksi 5 tahun, pasti ada minusnya. Akhirnya dengan usia lima tahun itu diremajakan, kami jual sebagai mobil umum bukan taksi lagi dengan harga di bawah pasaran.

Vios yang biasa harga Rp 200 jutaan, ini di bawah Rp100 juta dengan mesin sama plus garansi mesin 3 bulan. Kemudian tentu plat sudah hitam layak jalan dan tidak melanggar hukum.

Paling jauh kami kirim sampai Papua," ungkapnya.

Adapun ia menambahkan, rata-rata pembeli di showroom blue bird Semararang dari wilayah sekitar seperti Demak, Kudus, Pati. Ada pula dari Wonosobo, dan lainnya.

"Makelar-makelar showroom banyak juga yang beli di sini, kemudian dijual lagi di showroom mereka. Contoh beli standar diupgrade sendiri sesuai selera mereka, akhirnya mereka mendapat keuntungan dari upgrade-annya," imbuhnya.

Sementara di tengah pandemi, dikatakan, kontribusi penjualan secara online (daring) sebesar 80 persen dibanding mereka yang datang langsung.

"Kebanyakan mereka tahu dari sosial media," tambahnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved