Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Serangan Udara Rusia Hantam Rumah Sakit Bersalin di Mariupol Ukraina, 3 Orang Tewas

Serangan udara Rusia menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina, Rabu (9/3/2022).

Tribunnews.com/Istimewa
Sebuah video yang disediakan oleh Associated Press menunjukkan serangan udara Rusia meluluhlantakkan sebuah rumah sakit bersalin di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung, Rabu (9/3/2022). 

Dia menyebut serangan itu sebagai "kekejaman."

Video yang dibagikan oleh Zelensky menunjukkan lorong-lorong yang dipenuhi logam bengkok.

Serangan ini juga menuai kecaman dari Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.

"Ada beberapa hal yang lebih bejat daripada menargetkan yang rentan dan tidak berdaya," ucap Johnsondalam unggahan Twitter-nya.

Johnson menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatannya yang mengerikan.

Gencatan senjata

Pada Rabu (9/3/2022) pihak berwenang mengumumkan gencatan senjata, guna memungkinkan evakuasi ribuan warga sipil dari kota yang dibombarbir di sekitar Kyiv, Mariupol, Enerhodar, dan Volnovakha, Izyum, dan Sumy.

Ketika ledakan terdengar di Kyiv dan sirene serangan udara terdengar berulang kali, banyak orang menuju ke pusat kota.

Dari sana, para pengungsi berencana untuk naik kereta api menuju wilayah Ukraina barat yang tidak diserang.

Warga sipil yang meninggalkan pinggiran Kyiv, dan Irpin, terpaksa menyeberangi papan kayu licin dari jembatan darurat, karena Ukraina meledakkan beton yang mengarah ke Kyiv beberapa hari yang lalu untuk memperlambat kemajuan Rusia.

Di Mariupol, pihak berwenang setempat bergegas untuk menguburkan orang mati dari dua minggu terakhir pertempuran di kuburan massal.

Kota strategis berpenduduk 430.000 orang di Laut Azov telah dikepung oleh pasukan Rusia selama seminggu terakhir.

Di seluruh negeri, ribuan diperkirakan telah tewas, baik warga sipil maupun tentara, sejak pasukan Putin menyerbu.

PBB memperkirakan lebih dari 2 juta orang telah meninggalkan negara itu, eksodus pengungsi terbesar di Eropa sejak akhir Perang Dunia II.

Serangan bisa jadi lebih brutal

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved