30 Rudal Rusia Hancurkan Pangkalan Militer Ukraina, 180 Tentara Asing Tewas
serangan udara itu telah menghancurkan sejumlah besar senjata yang dipasok oleh negara-negara asing yang disimpan di fasilitas pelatihan yang luas itu
TRIBUNJATENG.COM, LYIV - Adapun, diperkirakan sebanyak 30 rudal Rusia menghantam pangkalan besar milik Ukraina di dekat perbatasan dengan anggota NATO, Polandia pada Minggu (13/3).
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, serangan udara itu telah menghancurkan sejumlah besar senjata yang dipasok oleh negara-negara asing yang disimpan di fasilitas pelatihan yang luas itu, dan telah menewaskan hingga 180 tentara bayaran asing.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan, Rusia telah menggunakan senjata jarak jauh berpresisi tinggi untuk menyerang Yavoriv dan fasilitas terpisah di Desa Starichi.
"Akibat serangan itu, sebanyak 180 tentara bayaran asing dan sejumlah besar senjata asing dihancurkan," jelasnya, dikutip dari Reuters.
Selain itu, pada konferensi pers Senin (14/3), dia menambahkan, sebanyak 143 kendaraan udara tak berawak, 1.267 tank dan jenis kendaraan lapis baja lainnya, 124 peluncur roket, 457 sistem artileri dan mortir, serta 1.028 kendaraan militer khusus telah dihancurkan hingga saat ini.
"Sejak awal operasi militer khusus, 3.920 elemen infrastruktur militer Ukraina telah dinonaktifkan," terangnya.
Konashenkov menyebut, Pasukan Dirgantara Rusia telah menjatuhkan empat kendaraan udara tak berawak Ukraina, termasuk satu Bayraktar TB-2 dalam semalam. "Pesawat taktis, tentara, dan pesawat tak berawak menghantam 187 lokasi," tuturnya.
Pusat Perdamaian dan Keamanan Internasional Yavoriv merupakan satu pangkalan militer terbesar di Ukraina dan terbesar di bagian barat negara itu yang sejauh ini terhindar dari pertempuran terburuk.
Pangkalan militer Yavoriv memiliki luas 360 km persegi. Lokasinya hanya berjarak 25 km dari perbatasan Polandia, yang sebelumnya menampung instruktur militer NATO.
Sementara itu, Pejabat lokal Yavoriv melaporkan, serangan Rusia di pangkalan militer Yavoric menewaskan 35 orang dan melukai 134 orang. Namun, Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi korban yang dilaporkan oleh kedua belah pihak.
Rusia pada Sabtu (12/3), telah memperingatkan bahwa konvoi pengiriman senjata Barat ke Ukraina dapat dianggap sebagai target yang sah.
Gubernur Lviv, Maksym Kozytskyy menyatakan, pesawat Rusia menembakkan sekitar 30 roket ke fasilitas Yavoriv.
Ukraina, yang aspirasinya untuk bergabung dengan NATO sangat mengganggu Presiden Rusia Vladimir Putin, mengadakan sebagian besar latihannya dengan negara-negara Barat di pangkalan itu sebelum invasi.
Latihan besar terakhir adalah pada bulan September 2021. Pada minggu-minggu sebelum invasi Rusia pada 24 Februari, militer Ukraina berlatih di sana, tetapi menurut media Ukraina, semua instruktur asing pergi pada pertengahan Februari, meninggalkan peralatan.
"Ruang makan dan asrama hancur, begitu juga baraknya. Yang paling penting adalah kami masih hidup," kata Kolonel Leonid Benzalo, seorang petugas di cadangan medis Ukraina yang terlempar ke seberang ruangan oleh satu ledakan, kepada Reuters, setelah merawat yang terluka di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tentara-Ukraina-berjalan-melewati-puing-puing-truk-militer-yang-terbakar-di-jalan-di-Kiev.jpg)