Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin  Sebut Perdamaian Hal Penting Bagi Dunia Saat Ini

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menginginkan invasi militer Rusia segera berakhir.

Tayang:
Editor: rustam aji
Tribunnews/Jeprima
Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra saat mewawancarai Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin di kantor Kedubes Ukraina, Jakarta Selatan, Kamis (3/3/2022). Pada wawancara tersebut Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin berharap agresi Rusia pada Ukraina segera berakhir. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin menginginkan invasi militer Rusia segera berakhir.Kepada Tribun Network, Vasyl menuturkan kondisi perang bukan hal yang baik bagi dunia.

"Perdamaian, keamanan, stabilitas dan pembangunan menjadi hal yang penting bagi dunia sekarang dan bagi Ukraina," kata Vasyl saat wawancara di kantor Kedutaan Besar Ukraina, Jakarta, Kamis (3/3) lalu.

Vasyl menyampaikan bahwa agresi Rusia terjadi disebabkan narasi propaganda yang dilakukan Presiden Vladimir Putin.

Selengkapnya wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin:

Bagaimana kabar Anda yang terhormat Bapak Duta Besar?

Saya sedang tidak baik-baik saja karena peperangan masih terjadi di negara saya Ukraina terhadap agresi militer dari Rusia. Ini sangat menyakitkan bagi kami.

Tapi saya ingin mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan wawancara ini. Apalagi di hari baik (Silence Day) di mana orang-orang khususnya di Bali beribadah, tidak ada perkelahian dan perdebatan.

Perdamaian, keamanan, stabilitas dan pembangunan menjadi hal yang penting bagi dunia sekarang dan bagi Ukraina.

Bisakah dijelaskan isu yang menjadi perhatian Kedubes Ukraina?

Kami menemukan banyak provokasi baru dari media Rusia, dari agen Rusia di luar itu.

Ada propaganda yang mencoba untuk merusak toleransi Ukraina terhadap orang-orang Muslim.

Ini keterlaluan. Saya ingin Anda menyampaikan kepada saudara-saudara Muslim bahwa kami sangat menentang hal itu.

Ukraina juga memiliki komunitas Muslim yang cukup besar. Tentu tidak lebih besar daripada Indonesia, kami setidaknya punya 2 juta warga muslim. Saat ini mereka di Krimea tidak punya hak tempat tinggal.

Kami tidak mentoleransi tindakan provokasi dalam bentuk apapun di antara agama apapun. Tolong katakan ini kepada masyarakat muslim Indonesia bahwa kami tidak senang dengan hal tersebut.

Bapak Dubes apa pendapat Anda mengenai tudingan Presiden Putin soal Neo-Nazi dan pecandu narkoba?

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved