Konflik Rusia dan Ukraina
Rusia dan Ukraina Segera Lanjutkan Perundingan Damai, Kali Ini di Istanbul Turki
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, negaranya siap berada dalam posisi netral, bebas nuklir, dan menawarkan jaminan keamanan kepada Rusi
Setelah itu, pembicaraan putaran kedua telah diadakan di Belovezhskaya Pushcha, Belarus pada Kamis (3/3), dan pembicaraan putaran ketiga dilaksanakan di wilayah Brest, Belarus, pada Senin (7/3). Lebih banyak perundingan lain diadakan dalam format online.
Perundingan Rusia-Ukraina ronde terbaru kemungkinan akan diadakan di Turki.
Kantor Kepresidenan Turki mengatakan pada Minggu, bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah sepakat untuk mengatur putaran pembicaraan berikutnya antara delegasi Rusia dan Ukraina di Istanbul, Turki.
Mereka menyampaikan hal tersebut setelah terjadi percakan telepon di antara kedua pemimpin negara itu.
"Dalam pembicaraan tersebut, para presiden membahas perkembangan terakhir dalam perang Rusia-Ukraina dan proses negosiasi. Presiden Erdogan dan Presiden Putin sepakat untuk mengatur pertemuan berikutnya antara delegasi Rusia dan Ukraina di Istanbul," kata Kantor Kepresidenan Turki, dilansir dari Kantor Berita Rusia, TASS.
Menurut Kantor Kepresidenan Turki, dalam teleponnya, Erdogan menyerukan gencatan senjata segera dan perjanjian damai antara kedua belah pihak.
Presiden Erdogan mengatakan kepada Presiden Putin, bahwa negaranya akan melanjutkan upaya mediasinya untuk membangun perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
"Presiden Erdogan menekankan perlunya mencapai gencatan senjata dan perdamaian antara Rusia dan Ukraina sesegera mungkin, dan meningkatkan situasi kemanusiaan di kawasan itu. Turki akan terus memberikan kontribusinya untuk proses ini," ungkap mereka.
Turki sendiri berharap bahwa pembicaraan yang akan datang antara delegasi Rusia dan Ukraina di Istanbul akan menghasilkan perdamaian di Ukraina. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu pada Minggu.
"Atas inisiatif Presiden Erdogan, delegasi negosiasi Rusia dan Ukraina akan bertemu di Turki. Kami menyadari tanggung jawab yang berasal dari kepercayaan yang diberikan kepada Turki oleh kedua belah pihak. Kami berharap pertemuan itu akan menghasilkan gencatan senjata yang langgeng dan memungkinkan perdamaian," tulisnya di akun Twitternya. (Tribunnews/Kompas.com/Tribun Jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/museum-hagia-sophia-di-istanbul-turki.jpg)