Berita Kudus
Hasil Sidak Bupati Kudus di Pasar Kliwon, Hartopo: Minyak Goreng Harga Murah Masih Susah Didapat
Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kudus, salah satunya dengan melakukan pendistribusian ke desa-desa.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus, HM Hartopo menyebut jika minyak goreng subsidi di pasaran dinilai masih sulit ditemukan.
Hal itu diketahui setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kliwon Kudus, Senin (4/4/2022).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Hartopo ingin distributor agar menyalurkan minyak goreng subsidi sampai ke desa-desa.
Hal itu agar terhindar dari kelangkaan minyak goreng.
Baca juga: Alokasi Anggaran Perawatan Objek Wisata di Kudus Masih Minim
Baca juga: Cara Mudah Mengurus EKTP Rusak di Wilayah Pati, Jepara, Kudus, Rembang dan Blora Secara Online
Baca juga: Terjebak Macet 15 Menit, Bupati Kudus Minta Museum Jenang Sedia Kantong Parkir
Baca juga: Sudah Dua Rombongan Asal Kudus Berangkat Umrah Selama Pandemi
"Distribusi langsung kepada masyarakat jauh lebih efektif."
"Mengingat minyak goreng subsidi di Pasar Kliwon Kudus susah ditemukan," kata Hartopo kepada Tribunjateng.com, Senin (4/4/2022).
Untuk itu, dia memerintahkan Kepala Disdag Kabupaten Kudus, Sudiharti segera berkoordinasi dengan distributor minyak goreng.
Menurut dia, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di masyarakat, salah satunya dengan melakukan pendistribusian ke desa-desa.
Mekanismenya sama seperti pendistribusian yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan cara menyalurkan langsung ke masyarakat melalui pemerintah desa.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan distributor agar diagendakan seperti sebelumnya," ujar Hartopo.
Sementara itu, Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Disdag Kabupaten Kudus, Imam Prayitno mengatakan, minyak goreng subsidi merupakan minyak goreng curah.
Minyak goreng kemasan harganya dikembalikan pada mekanisme pasar.
Menurut Imam, pasokan minyak goreng kemasan dinilai aman karena setiap agen yang menerima barang dari produsen langsung disalurkan ke pasar.
Diakuinya saat Ramadhan acapkali terjadi lonjakan permintaan oleh konsumen.
Hal itu didasari karena ada konsumen yang hendak membagikan minyak kepada orang lain, ada pula yang digunakan stok untuk kebutuhan di kemudian hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/stok-migor-pasar-kliwon-kudus.jpg)