Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pakar China Ungkap Senjata Siber CIA untuk Mata-matai Dunia

Pakar keamanan siber Cina mengungkap sebuah senjata siber yang dikembangkan bersama Central Intelligence Agency (CIA) AS dan Northrop Grumman.

Tayang:
net
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, BEIJING - Pakar keamanan siber Cina mengungkap sebuah senjata siber yang dikembangkan bersama Central Intelligence Agency (CIA) AS dan raksasa pertahanan Northrop Grumman.

Senjata siber menunjukkan momok kompleks industri militer AS telah sepenuhnya menembus jaringan internasional dan terus mendorong hegemoni AS di dunia maya.

Demikian dipublikasikan media Global Times, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Rusia Marah Besar atas NATO dan Amerika Serikat karena Makin Serius Kirim Senjata ke Ukraina

Menurut sebuah laporan yang dikirim ke Global Times oleh Pusat Tanggap Darurat Virus Komputer Nasional, platform, bernama "Beehive," adalah senjata siber kuat CIA yang ditandai desain dan operasi canggih.


Senjata itu jelas menunjukkan kemampuan CIA di bidang perang siber.

Seorang ahli dari pusat tersebut menjelaskan fitur platform "Beehive" adalah tipikal malware militer AS.

Platform ini dapat mendukung pemindaian jarak jauh, eksploitasi kerentanan, implantasi tersembunyi, pencurian rahasia, ekstraksi file, penetrasi intranet, dan penghancuran sistem.

Beehave memiliki kemampuan komando dan kontrol terpadu dan menampilkan perilaku kecerdasan buatan.

"Ini menunjukkan senjata siber CIA untuk meretas negara-negara asing telah menjadi sistematis, terukur, tanpa jejak, dan kecerdasan artifisial," kata pakar Cina yang tidak disebut Namanya oleh Global Times.

"Platform ini disembunyikan secara efektif. Penyerang CIA dapat menggunakan klien untuk mengirim 'kata kode' ke server untuk 'membangunkan' program kode yang berpotensi berbahaya dan menjalankan instruksi,” lanjutnya.

Untuk menghindari deteksi intrusi, setelah mengirim ' kata kode,' Beehive akan membuat saluran komunikasi terenkripsi sesuai dengan lingkungan target, untuk menghindari pemantauan teknis.

 
Untuk lebih menyembunyikan operasi spionasenya, CIA telah mengerahkan infrastruktur jaringan yang terkait platform "Beehive" di seluruh dunia.

Analisis data pemantauan menunjukkan CIA menetapkan beberapa batu loncatan dan saluran VPN antara kontrol utama dan host terminal, yang didistribusikan secara luas di Kanada, Prancis, Jerman, Malaysia, Turki, dan negara-negara lain.

"Meskipun para korban menemukan mereka telah diserang platform 'Sarang Lebah', masih sangat sulit bagi mereka untuk melacak asal-usulnya," kata pakar tersebut.

Target Pengawasan Bernilai Tinggi di Dunia  

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved