Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Ekseklusif

Bicara Big Data Luhut, Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu: Kekuasaan Jangan Dikelola Arogan

"Kekuasaan era demokrasi kok hanya untuk segelintir orang. Itu membuat naluri berontak saya muncul..." kata Masinton

Editor: rustam aji
tribunnews/Jeprima
Wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, beberapa waktu lalu. 

Bagaimana menjaga demokrasi tidak riuh nggak karu-karuan. Rintangan demokrasi harus kita singkirkan. Pertama ada yang bertentang dengan prinsip dasar demokrasi. Bukan berarti saya benci beliau. Apalagi saya juga berada di dalam lingkar politik.

Nah, saya rasakan muaranya ke satu nama, kan begitu. Kita nggak boleh negara dikelola oleh segelintir. Dalam terminologi yang saya baca yaitu yang disebut oligarki capital. Melalui kekuatan modalnya ingin menginfiltrasi kebijakan-kebijakan negara, bukan untuk kepentingan rakyat.

Justru yang terjadi membelokkan tujuan arah negara kita yang tadinya untuk rakyat banyak menjadi untuk pemilik modal tadi.

Menurut Anda, apakah Pak LBP masuk dalam kepentingan oligarki kapital?

Saya melihatnya bukan Pak LBP as a person. Mungkin dia banyak mengakomodasi oligarki kapital. Itu yang menurut saya dalam negara demokrasi tidak boleh diteruskan.

Negara kita ini sangat besar tapi kalau kita perlakukan seperti rumah tipe 21 dia akan menjadi kecil. Yang mengelola rumah tipe 21 ya itu lagi- itu lagi. Hanya segelintir oligarki kapital tadi. Ini sama saja mengkerdilkan bangsa.

Padahal Bung Karno mengimajinasikan konsepsi bangsa Indonesia sebagai bangsa peradaban yang maju, bangsa yang memiliki kebesaran. Kenapa tidak kebesaran ini yang kita buat maju, apalagi dalam konteks geopolitiknya.

Bangsa kita punya kekayaan alam yang sangat besar. Kekayaan alam kita itu dikeruk dan menyerahkan ke asing. Apa bedanya ketika dulu pejuang pergerakan kita menentang kolonialisme dan imperialisme.

Apakah Bang Masinton pernah klarifikasi atau tabayyun ke Pak Luhut?

Saya tidak punya no handphone beliau. Tapi bukan karena itu, saya kira tidak perlu konfirmasi langsung karena kita punya instrumen bahkan sampai ke desa-desa. Kita punya jejaring untuk kroscek dan rata-rata menyampaikan begitu.

Pandangan terkait pertemuan dengan mahasiwa UI?

Ya iya dia bilang asumsi. Memang betul tidak pernah menyatakan itu tapi teman-teman mahasiswa atau seperti teman-teman pers pasti punya penilaian sendiri lah apa yang disampaikan oleh Pak Luhut.

Kalau saya berpandangan itu bukan lagi asumsi. Dan tidak perlu juga ada pernyataan (presiden tiga periode, red). Tinggal dikerjakan saja.

Apakah Anda percaya bigdata bahwa ada ratusan juta orang yang menginginkan presiden Jokowi tiga periode?

Saya meyakini itu nggak ada. Keyakinan itu dari pegiat media sosial yang mana mereka memang punya alat mengecek ada berapa akun twitter, baik yang terdaftar dan aktif.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved