Wawancara Ekseklusif
Bicara Big Data Luhut, Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu: Kekuasaan Jangan Dikelola Arogan
"Kekuasaan era demokrasi kok hanya untuk segelintir orang. Itu membuat naluri berontak saya muncul..." kata Masinton
Ternyata hasilnya tidak ada sampai 110 juta. Kemudian mereka juga memvalidasi di sosial media segala macam. Yang diklaim sebagai big data itu untuk memperkuat argumentasi penambahan jabatan presiden untuk tiga periode. Menurut saya keliru.
Kalau dia bidangnya kemaritiman jangan-jangan datanya itu biota laut, ada tenggiri, ada terumbu karang, ada ikan tongkol, ada plankton. Kata teman saya begitu saya sampaikan. Jadi kalau ditotal bisa sampai 110 juta tapi bukan orang.
Kabinet itu kan tugasnya membantu presiden. Dan dibuatlah bidang-bidang, seharusnya disiplin dong pemerintahan. Lain halnya kalau menteri yang bersangkutan umpama sebagai ketua umum partai politik. Kita bisa memahami itu sebagai menteri mungkin juga dia menampung aspirasi konstituen.
Kalau big data itu ada buka saja meskipun data pribadi apalagi yang menyampaikan pejabat negara. Dia memiliki konsekuensi, beda halnya kalau masyarakat biasa yang klaim punya data.
Di era transparansi ini pentingnya mengajarkan generasi muda untuk konsisten dan terbuka. Jangan menunjukkan bahasa tubuh yang arogan, ditambah lagi lisan yang arogan. Itu bukan contoh pemimpin yang bisa mengangkat keinginan rakyat. (Tribun Network/Reynas Abdila)