Berita Internasional
Rusia Peringatkan Barat soal Ancaman Perang Nuklir, NATO Bisa Hancur Dalam 30 Menit
Rusia merayakan Hari Kemenangan yang menandai peringatan 77 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Senin (9/5/2022).
TRIBUNJATENG.COM,MOSKOW - Rusia merayakan Hari Kemenangan yang menandai peringatan 77 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman pada Senin (9/5/2022).
Sekitar 11 ribu tentara berpartisipasi dalam parade di Lapangan Merah Moskow. Parade militer juga berlangsung di Vladivostok dan Novosibirsk.
Perayaan itu tampaknya sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh negara-negara anggota NATO terkait dengan ancaman perang nuklir yang bisa terjadi sebagai dampak dari intervensi atas invasi Rusia ke Ukraina.
Adapun, Rusia diketahui sudah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik intercontinental (ICBM) Sarmat yang bakal digunakan untuk nuklir.
Rudal dengan nama Satan 2 itu mampu terbang sejauh 17.000 km dan membawa lebih dari 12 hulu ledak. Rudal itu diyakini mampu memusnahkan area seluas Inggris.
Rusia mengeklaim bisa menghancurkan seluruh negara-negara anggota NATO dalam setengah jam atau 30 menit jika perang nuklir terjadi. Hal itu diungkapkan Kepala Roscomos, Badan Luar Angkasa Kremlin, Dimtry Rogozin.
Ia menegaskan, tujuan Presiden Rusia Vladimir Putin adalah menghancurkan musuh Barat (anggota NATO) dan menghapus Ukraina dari peta.
“NATO ingin berperang dengan kami. Mereka tak mengumumkannya, namun itu tak mengubah apa pun. Namun jelas itu untuk semua orang. Dalam perang nuklir, negara NATO akan hancur oleh kami dalam setengah jam,” katanya, dikutip Daily Mail, Senin (9/5/2022).
Tetapi, Rogozin menegaskan jangan sampai perang nuklir terjadi. Ia menyebut, konsekuensi dari saling tembak senjata nuklir akan memberikan dampak yang hebat bagi bumi.
“Oleh sebab itu, kami akan mengalahkan musuh yang kuat secara ekonomi dan militer ini dengan senjata konvensional,” ucapnya.
Ia pun mengisyaratkan Putin akan menempatkan Rusia pada pijakan perang di tengah spekulasi bahwa mobilisasi massa akan dilakukan untuk meningkatkan upaya perang Rusia yang disebut semakin lesu.
“Kemenangan seperti itu mungkin terjadi dengan solidaritas penuh seluruh negeri dengan tentara dan mobilisasi ekonomi negara,” ujarnya.
Rogozin menyatakan industri di Rusia saat ini harus segera dipaksa untuk melayani tujuan militernya. “Ini harus dilakukan dengan segera dan cepat,” tuturnya.
Diperlukan
Adapun, dalam pidato di parade Hari Kemenangan, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, intervensi Rusia di Ukraina diperlukan karena Barat sedang bersiap menyerang Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/misil-balistik-antarbenua-yars-rs-24-yang-bisa-mengangkut-beberapa-hulu-ledak-nuklir.jpg)