Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Serangan Rudal dan Artileri Pasukan Rusia Meningkat di Perbatasan Ukraina

Wilayah Desna berjarak sekitar 64 kilometer dari perbatasan dengan Belarus. Belakangan ini, serangan rudal dan artileri Rusia meningkat di beberapa da

Tayang:
Editor: m nur huda
ISTIMEWA/Telegram Kepala administrasi militer Luhansk, Serhiy Hayday
Sejumlah petugas mengamati reruntuhan sekaligus mencari korban pasca-pengeboman di Bilohorivka, sebuah desa di wilayah Luhansk, Ukraina, Selasa (17/5). 

Menurut laporan Al Jazeera, pemboman Rusia yang intens telah menewaskan 10 orang dan melukai tiga orang di seluruh wilayah Luhansk.

"Serangan juga merusak sebuah rumah sakit besar di Kota Severodonetsk yang berdiri di sebelah sungai strategis yang coba diseberangi Rusia selama berhari-hari," jelas Hayday, di Telegram.

Bangunan apartemen, perumahan pribadi, dan toko-toko juga telah rusak atau hancur di 10 kota dan desa di tengah upaya Rusia untuk maju di Luhansk.

Pengepungan

Vadym Denysenko, seorang penasihat di Kementerian Dalam Negeri Ukraina, mengatakan kepada televisi Ukraina Selasa, bahwa "kerugian musuh sangat banyak Peristiwa utama sekarang ada di sekitar Severodonetsk. Musuh sedang mencoba melakukan pengepungan operasional," paparnya.

Ia menyebut, serangan rudal semalam di ujung barat Ukraina telah menyerang sebuah distrik dekat Lviv, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Adapun, sebuah pangkalan militer Ukraina sekitar 15 kilometer (9 mil) dari perbatasan dengan Polandia menjadi sasaran serangan rudal Rusia pada Selasa (17/5) pagi, menurut informasi dari Maksym Kozytsky, kepala administrasi militer regional Lviv.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang situs mana pun yang terkena dalam postingan Telegram tengah malam, hanya mengatakan bahwa informasi lebih lanjut akan dirilis di pagi hari.

Serangkaian ledakan terdengar di Lviv tengah sekitar pukul 12:45 waktu setempat, tak lama setelah sirene serangan udara terdengar di kota.

Seorang anggota tim CNN di kota itu melihat pertahanan udara menyala ke barat laut, ke arah fasilitas militer Yavoriv, sekitar 40 kilometer jauhnya.

Dalam pernyataan Telegram pertamanya tak lama setelah semua aman terdengar pada pukul 01:15 waktu setempat (6:15 ET), Kozytsky hanya mengatakan bahwa sistem pertahanan udara telah menanggapi serangan itu.

Walikota Lviv, Andriy Sadovyi, dalam sebuah posting di halaman Facebook, menyatakan, dia tidak dapat mengonfirmasi informasi apa pun tentang kemungkinan serangan rudal di Lviv itu.

Dia memberi penghormatan kepada personel militer yang mengoperasikan sistem pertahanan udara dan mengatakan rincian lebih lanjut dari serangan itu akan dirilis pada pagi hari.

Yavoriv telah menjadi sasaran setidaknya tiga kali sejak dimulainya perang. Dalam serangan pertama pada 13 Maret, lebih dari 30 orang tewas. Situs di Lviv juga terkena serangan rudal Rusia, termasuk pabrik suku cadang pesawat, depot bahan bakar dan beberapa gardu listrik. (Tribunnews/Tribun Jateng Cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved