Covid-19 Merajalela di Korut: 2,24 Juta Kasus dalam 8 Hari
Sejak melaporkan kasus pertama covid-19 pada 12 Mei, jumlah orang dengan gejala demam diduga covid-19 hingga Jumat (20/5) dilaporkan melebihi 2 juta.
Namun, Martyn Williams, peneliti yang berbasis di AS, menilai, Korut tidak mungkin memberikan data akurat mengenai wabah covid-19, bisa saja karena kesalahan atau manipulasi.
Korsel dan AS sama-sama menawarkan bantuan kepada Korut dalam memerangi virus, termasuk mengirim bantuan, tetapi belum mendapat tanggapan, kata wakil penasihat keamanan nasional Korea Selatan.
Kendati demikian, Korsel dan AS kemungkinan akan menjadi upaya terakhir Korut dalam mencari bantuan, kata legislator Korsel pada Kamis.
Menteri Luar Negeri Korsel, Park Jin menuturkan kepada parlemen, Yoon dan Biden akan membahas bantuan untuk Korut dalam pertemuan pada Sabtu.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat melanjutkan konsultasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan, terutama terkait covid-19 ke Utara," jelasnya.
Adapun, seorang pejabat yang kurang dikenal, Ryu Yong Chol, menjadi wajah publik atas penanganan covid-19 di Korut. Ia setara dengan Kepala Penasihat Medis AS, Dr Anthony Fauci, atau direktur badan pencegahan penyakit Korsel, Jeong Eun-kyeong.
Selama lebih dari 2 tahun, dengan perbatasannya yang disegel, Korut tidak melaporkan satu pun kasus virus corona. Bagi pengamat, kondisi itu dinilai sebagai cerminan kerahasiaan Korut daripada ketiadaan nyata virus corona.
Sejak mengonfirmasi wabah pertamanya dan menyatakan keadaan darurat pekan lalu, Korut telah mengubah taktik. Tampaknya, rezim Kim Jong Un mengikuti pedoman penanganan negara lain, dengan merilis data terperinci tentang penyebaran virus, dan saran untuk mengantisipasi penularan.
Dilansir Reuters, Ryu bekerja untuk markas besar pencegahan epidemi darurat negara bagian, yang tampaknya baru dibentuk untuk mengatasi covid-19, KCNA melaporkan.
Mengenakan setelan jas dan dengan kacamata, Ryu tampil dengan informasi to the point. Tampilan ini tidak umum di televisi Korut, yang biasanya menayangkan komandan militer yang memuji pemerintah.
"Kita harus memperkuat upaya untuk mengendalikan dan mengisolasi setiap orang yang terinfeksi tanpa kecuali, sehingga benar-benar menghilangkan ruang di mana penyakit menular dapat menyebar," kata Ryu pada Jumat. (Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/promosi-pencegahan-covid-di-korut.jpg)