Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penembakan Massal di SD Texas: Pelaku Gunakan Senapan Serbu

Pihak berwenang masih berusaha mengumpulkan bukti terkait apa yang mendorong Ramos melakukan aksi terburuk di Amerika dalam satu dekade itu.

Editor: Vito
CHANDAN KHANNA / AFP
Seorang wanita menangis ketika dia menghadiri acara berjaga untuk para korban penembakan massal di Sekolah Dasar Robb di Uvalde, Texas, Rabu (25/5/2022). 

UVALDE, TRIBUN - Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS), tepatnya di negara bagian Texas pada Selasa (24/5) waktu setempat.

Departemen Keamanan Publik Texas mengonfirmasi kepada The Texas Tribune, korban tewas akibat aksi penembakan di SD Robb, Uvalde County hingga kemarin bertambah menjadi 21 orang, terdiri dari 18 anak-anak dan tiga orang dewasa.

Menurut dia, sejumlah lain juga terluka. "Hati saya hancur hari ini. Kami adalah komunitas kecil, dan kami membutuhkan doa Anda untuk melewati ini," kata Inspektur Hal Harrell, dari Kepolisian Uvdale, menahan air mata saat konferensi pers di Uvdale Selasa (24/5) malam.

Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan, penembaknya sudah mati dan diyakini dibunuh petugas. Penembak bertindak sendiri, kata Pete Arredondo, Kepala Polisi Distrik Sekolah Independen Uvalde.

"Apa yang terjadi di Uvalde adalah tragedi mengerikan yang tidak dapat ditoleransi di negara bagian Texas," kata Greg Abbott.

Abbott mengidentifikasi penembak sebagai Salvador Ramos, seorang warga Uvalde berusia 18 tahun. Tersangka merupakan siswa di Uvalde High School.

Pria itu meninggalkan kendaraannya dan memasuki Robb Elementary dengan pistol dan senapan serbu. Penembakan dimulai sekitar pukul 11.32.

Pihak berwenang masih berusaha mengumpulkan bukti terkait apa yang mendorong Ramos melakukan aksi terburuk di Amerika dalam satu dekade itu.

AFP mengungkap kronologi penembakan massal di SD Texas yang diketahui sejauh ini, termasuk rangkaian sebelum terjadinya insiden kekerasan bersenjata massal ketiga dalam seminggu di Negeri Paman Sam.

Dilaporkan bahwa sehari setelah ulang tahun yang ke-18, Salvador Ramos, seorang remaja bermasalah dari kota kecil Texas, membeli senapan untuk pertama kali. Pihak berwenang mengatakan dia secara legal membeli dua senapan dan 375 butir amunisi pada 18 Mei.

Ramos, yang disebut pernah mencoba melukai dirinya sendiri, dilaporkan sudah putus sekolah, tapi tidak memiliki riwayat kriminal sebelumnya.

Dia telah mengirim pesan di Facebook pada Selasa (24/5) pagi bahwa dia berencana menyerang neneknya, yang tinggal bersamanya, kata Gubernur Texas Greg Abbott.

Ramos menembak neneknya yang berusia 66 tahun, tetapi kerabatnya itu berhasil menghubungi polisi, dan diterbangkan dalam kondisi kritis ke sebuah rumah sakit di dekat San Antonio.

Penembak lalu mengirim pesan lagi di media sosial lagi untuk mengabarkan bahwa dia telah menindaklanjuti rencananya untuk menyerang sang nenek, dan sebuah sekolah dasar adalah target berikutnya.

Dia mengemudi sedikit lebih dari dua mil (3,2 kilometer), dan menabrakkannya mobil di dekat Sekolah Dasar Robb.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved