Bea Cukai Tanjung Emas

Pemulihan Arus Logistik Pelabuhan Tanjung Emas, Bea Cukai Maksimalkan Layanan Saat Libur Nasional

Bea Cukai Tanjung Emas kejar pemulihanarus logistik dengan memaksimalkan layananan 24/7.

Editor: abduh imanulhaq
BEA CUKAI TANJUNG EMAS
Bea Cukai Maksimalkan Layanan Saat Libur Nasional 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasca banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (1/6/22), Bea Cukai Tanjung Emas kejar pemulihan arus logistik dengan memaksimalkan layananan 24/7 bahkan saat Libur Nasional Hari Lahir Pancasila.

Hal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi serta upaya mengurangi kerugian dan dampak yang harus
ditanggung oleh pelaku usaha, baik eksportir dan importir.

Bea Cukai Maksimalkan Layanan Saat Libur Nasional
Bea Cukai Maksimalkan Layanan Saat Libur Nasional (IST)

“Sejak jJumat lalu, Bea Cukai Tanjung Emas telah mengerahkan seluruh kekuatan. Kami tempatkan
pegawai 100 persen. Harapannya dengan 24/7 ini kita bisa mengatasi outstanding yang ada, sehingga kami
harap dapat memitigasi kerugian dan dampak yang berakibat pada eksportir dan importir kita,” terang
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin saat memantau langsung proses pemeriksaan
barang impor di pelabuhan.

Data dari Pelindo Pelabuhan Tanjung Emas terdapat 713 kontainer yang terdampak baik impor dan
ekspor.

Dari 713 kontainer tersebut 83 persen sudah submit dokumen kepabeanannya dengan total nilai
barang sekitar 41 juta dollar, 615 milyar.

“Terhadap pelaku usaha yang terdampak kita koordinasikan dengan Pelindo untuk memberikan
kemudahan. Bagi eksportir yang ingin memeriksa kembali barang ekspornya, untuk menentukan layak
dimuat atau tidak dan keperluan klaim asuransi. Sedangkan sisi impor, kita upayakan penyelesaian
importasi yang masih outstanding secepat mungkin. Kita harap tidak ada lagi kapal yang dialihkan,
semua kapal bisa sandar dan pelayanan kembali normal seperti biasa,” imbuh Anton menjelaskan
relaksasi yang diberikan kepada pelaku usaha yang terdampak.

Anton juga menghimbau kepada para pelaku usaha khususnya importir yang sudah menyelesaikan
kewajiban pabeannya dan mendapatkan SPPB (Surat Persetujan Pengeluaran Barang) agar segera
mengeluarkan barangnya.

Sehingga dapat mengurangi container yang berada di pelabuhan dan pelaku eksportir bisa memasukkan kontainernya di Pelabuhan karena saat ini kondisi Pelabuhan sudah kering.

Dalam menangani bencana ini, Bea Cukai selalu koordinasi dan kolaborasi aktif bersama Pelindo dan
seluruh stakeholder Pelabuhan Tanjung Emas, d ibawah arahan KSOP Tanjung Emas mengambil langkah-
langkah yang diperlukan untuk mitigasi dan penyelesaian masalah banjir rob ini.

Semua kebijakan yang dilakukan dikomunikasikan bersama dengan seluruh pelaku usaha dan asosiasi.

Dengan harapan agar seluruh pihak saling memahami situasi dan kondisi yang terjadi.

Sehingga langkah yang diambil jelas bagaimana pelaksanaan operasionalnya di lapangan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved