Kabupaten Semarang

Ini Awal Mula Kasus PMK di Getasan Semarang, Ada Peternak Beli Sapi di Boyolali

Jika ada sapi yang sudah ambruk karena PMK, pasti para peternak langsung panik dan ujung-ujungnya ada yang menjual hewan ternak dengan harga murah.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/HANES WALDA MUFTI
Peternak dan pedagang sapi di Desa Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang ikuti penyuluhan dan sosialisasi PMK, Jumat (3/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, GETASAN – Koperasi Andini Luhur menggelar penyuluhan dan sosialisasi penyakit mulut dan kuku (PMK) akibat meluasnya penyakit tersebut di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Koperasi itu berada di Dusun Jetak, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Menurut Ketua Koperasi Andini Luhur Kabupaten Semarang, Agus Warsito, penyuluhan dan sosialisasi ini diikuti para peternak dan pedagang sapi di wilayah setempat.

Baca juga: Polisi Buru-buru Tutup Wahana Ontang-anting Semarang: Reskrim lidik dulu

Baca juga: Wanita Berjilbab Ngaku Karyawan Bank Lulusan S2 Tipu Warung Kelontong di Semarang, Kerugian 1,2 Juta

Baca juga: Wanita Ngaku Alumni S2 Kampus Semarang Belum Bayar Sembako Kelontong, Teriak-teriak di Rumah Kosong

Baca juga: Meriah! SMP Negeri 6 Semarang Terapkan Praktik Baik Ala Tanoto Foundation Saat HUT Sekolah

“Di Dusun Jetak ini mayoritas adalah peternak sapi perah."

"Diadakan penyuluhan ini agar para pedagang sapi atau blantik tidak membeli sapi dari luar kota,” kata Agus kepada Tribunjateng.com, Jumat (3/6/2022).

Diadakannya penyuluhan dan sosialisasi agar para warga tidak panik dalam menangani PMK tersebut.

“Melihat dari kasus di Jawa Timur, kami kalau tidak mengedukasi sejak awal nantinya akan terjadi penyebaran yang besar-besaran seperti yang lain,” paparnya.

Pihaknya mewanti-wanti agar para peternak tidak menjual sapi dengan harga murah akibat kepanikan terkait PMK.

“Jika ada sapi yang sudah ambruk karena PMK, pasti para peternak langsung panik dan ujung-ujungnya ada yang menjual hewan ternak dengan harga yang sangat murah,” jelasnya.

“Ada kasus, salah satu sapi terindikasi PMK, lalu peternak tersebut akhirnya menjual sapi dengan harga Rp 7.000.000."

"Makanya kami edukasi agar tidak terjadi hal seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Getasan, Istichomah berkata, penambahan kasus PMK di Getasan saat ini ada sekira 20 sapi dalam sehari.

“Per 31 Mei 2022 ada sekira 250 sapi dari 60 kandang yang terjangkit maupun suspek PMK,” kata Istichomah kepada Tribunjateng.com, Jumat (3/6/2022).

Kebanyakan sapi yang terjangkit PMK berada di desa-desa bagian atas seperti Sesa Kopeng maupun Tolokan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved