Berita Viral
Lili 8 Tahun Disekap di Malaysia, Disiksa, Gaji Tak Dibayar, Tangis Pecah Saat Bertemu Keluarga
Mereka yang menyaksikan ikut menangis, termasuk Asrizal H Asnawi, Anggota DPRA yang memfasilitasi pertemuan itu di Malaysia
Tak lama dia mulai mengalami penyekapan.
Bahkan untuk menghubungi orang tua dan keluarganya saja tidak diizinkan.
Hera bercerita, ia terakhir kali menghubungi orang tuanya pada waktu tiga bulan pertama bekerja di rumah tersebut.
Selama bekerja dan disekap 8 tahun oleh majikannya, sepeser uang gaji yang dijanjikan tak pernah ia terima.
Selama ‘penyekapan’ dirinya juga selalu mendapat pukulan, bahkan ditampar dan tubuhnya ditendang oleh majikan perempuan setiap ada kesalahan kecil yang dilakukannya.
Bahkan gigi depannya copot akibat kekerasan yang dilakukan oleh majikan, dan kepalanya memar serta lebam akibat dipukuli dengan cangkir plastik.
“Saya berpikir, kalau saya tinggal terus di rumah itu hanya jasad yang dibawa pulang ke kampung.
Jadi saya memutuskan untuk kabur,” kata Hera saat itu.
Dia mengatakan, saat majikan perempuan mulai memperlihatkan sifat marah dan suka memukul, ia sempat berpikir untuk kabur.
Namun majikannya itu selalu mengancam akan melaporkan ke polisi karena tidak memiliki dokumen sah.
Delapan tahun terbelenggu dengan penyiksaan ini, hingga pada Selasa 24 Mei 2022 sekitar pukul 10:00 kemarin, Hera kabur dari rumah majikannya itu dan bertemu dengan Haikal, relawan Aceh di Malaysia. (Agus Ramadhan)
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Bertemu Keluarga Setelah 8 Tahun Disekap di Malaysia, Tangisan Lili Pecah di Pelukan sang Paman,