Berita Kendal

Lima Sekolah Dasar Terdampak Rob, Berikut Data Rinci Hasil Pemetaan Disdikbud Kendal

Disdikbud Kabupaten Kendal mendata ada 5 sekolah dasar (SD) di 2 kecamatan yang terdampak gelombang pasang air laut di wilayah tersebut.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Disdikbud Kabupaten Kendal sedang melakukan pemetaan sekolah terdampak banjir rob.

Hasilnya, dinas terkait mendata ada 5 sekolah dasar (SD) di 2 kecamatan yang terdampak gelombang pasang air laut itu.

Baca juga: 102.460 Bibit Ikan Disebar di Perairan Kendal, Hingga Bulan Ini Sudah Terealisasi 35.000 Bibit

Baca juga: Viral Pemotor Nyasar di Tengah Hutan Pakeman Kendal Malam-malam, Sudah Sering Kejadian

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Kendal Serahkan SK PPPK bagi 1.572 Tenaga Pendidik dan 398 SK Kenaikan Pangkat

Baca juga: Charlie Hospital Kendal Gandeng 3 Destinasi Wisata, Padukan Ilmu Kedokteran dengan Piknik

Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, 5 SD yang dimaksud adalah SD Negeri 1, 2, 3 Bandengan, serta SD Negeri 3 Karangsari Kecamatan Kota Kendal, dan SD Negeri 3 Bleder Kecamatan Patebon. 

Kata Wahyu, pihaknya sudah bergerak melakukan assesment guna mengamankan aspek keselamatan siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, hingga sarana prasaran penunjang pembelajaran.

"Upaya terus kami lakukan guna meminimalisir dampak rob terhadap pelayanan pendidikan atau pembelajaran di Kabupaten Kendal," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (15/6/2022).

Dikatakan Wahyu, assesment petugas dengan mengidentifikasi kerusakan juga sudah dilakukan. 

Selanjutnya, Disdikbud Kabupaten Kendal akan mengusulkan anggaran penanganan kepada pemerintah, baik melalui dana DAK maupun APBD.

"Penanganan nantinya bisa dalam bentuk peninggian lantai sekolah."

"Alhamdulillah SD Negeri 3 Bandengan belum lama ini mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Kendal."

"Yakni berupa peninggian lantai ruang kelas agar siswa bisa belajar di dalam kelas," tuturnya. (*)

Baca juga: Karyawan Swasta Warga Purbalingga Ditangkap Polisi, Dua Tahun Konsumsi Sabu, Pesannya Via WhatsApp

Baca juga: Lika-liku Vaksinasi Booster di Purbalingga, Sampai Sekarang Belum Bisa Capai Target 30 Persen

Baca juga: Ini Agenda Terdekat KPU Kota Semarang, Tahapan Pemilu 2024 Sudah Siap Dilaksanakan

Baca juga: Gibran Merespons Warga semarang yang Tak Mau Kotanya Dipimpin Selain Hendi

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved