Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Zelensky Janjikan Serangan Balik Ukraina ke Rusia

Ukraina akan menyerang balik Rusia dalam beberapa minggu mendatang, dan berharap Moskow akan membayar harga setelah merebut Severodonetsk.

Editor: Vito
Aris Messinis, AFP
Asap mengepul dari Severodonetsk selama pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia pada 30 Mei 2022. 

TRIBUJATENG.COM, KYIV - Pasukan Rusia terus menggempur jantung pertahanan Ukraina, menyusul kemenangan besar di wilayah timur, dengan telah dikuasainya Severodonetsk pada Sabtu (25/6).

Terbaru, empat ledakan terdengar di ibu kota Ukraina, Kyiv pada Minggu (26/6) pagi waktu setempat. Wartawan AFP melaporkan sebuah kompleks perumahan di dekat pusat kota Kyiv telah dihantam rudal, menyebabkan kobaran api dan awan asap kelabu.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 06.30 (0330 GMT), setengah jam setelah sirene serangan udara terdengar di ibu kota Kyiv, yang tidak pernah dibombardir Rusia selama hampir tiga minggu terakhir.

Akibat serangan itu, lima orang dikabarkan terluka, dan banyak orang terkubur di bawah puing bangunan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang diperkirakan akan berpidato di pertemuan G7 dan NATO, mengatakan kota-kota sejauh Lviv, dekat perbatasan Polandia, telah diserang pada hari Sabtu.

“Ini menegaskan bahwa sistem pertahanan udara, sistem modern yang dimiliki mitra kami, tidak boleh berada di lokasi (saat ini) atau di gudang, tetapi di Ukraina,” katanya, dalam pidato hariannya.

Dikutip Al Jazeera, Ukraina akan menyerang balik Rusia dalam beberapa minggu mendatang, dan berharap Moskow akan membayar harga setelah merebut Severodonetsk.

Charles Stratford dari Al Jazeera melaporkan dari ibukota Kyiv, penarikan dari Severodonetsk membuat pasukan Ukraina menguasai hanya satu kota yang tersisa di Luhansk.

“Pertanyaan besar sekarang adalah apakah Ukraina dapat mempertahankan Luhansk. Tampaknya kehilangan kendali atas Severodonetsk, hanya ada satu kota lagi di wilayah Luhansk yang masih dikendalikan oleh pasukan Ukraina,” jelas Stratford.

"Ini digambarkan secara fundamental sebagai, berpotensi, kekalahan terbesar bagi pasukan Ukraina sejak Mariupol bulan lalu," katanya.

Pejabat Ukraina mengatakan bahwa mereka menarik pasukan kembali dari Severodonetsk untuk menghindari dikepung oleh Rusia, yang telah menyeberangi sungai dengan kekuatan dalam beberapa hari terakhir dan maju ke Lysychansk di tepi seberang.

Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai mengatakan pasukan Rusia telah berusaha masuk dan memblokade Lysychansk.

Diwartakan The Guardian, Lysychansk dan Severodonetsk telah menjadi titik fokus serangan Rusia yang bertujuan untuk merebut semua wilayah Donbas, Ukraina timur.

Kedua kota dan daerah sekitarnya adalah kantong besar terakhir perlawanan Ukraina di Provinsi Luhansk, dengan 95 persen di antaranya berada di bawah kendali separatis Rusia dan lokal.

Pasukan Rusia dan separatis juga menguasai sekitar setengah dari Donetsk, provinsi kedua di Donbas.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved