Peluncuran Minyakita Mudahkan Distribusi Minyak Goreng Curah

Kemendag resmi meluncurkan minyak goreng curah kemasan Minyakita ke seluruh Indonesia mulai Rabu (6/7).

Editor: Vito
KOMPAS.com/Nissi Elizabeth
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan produk Minyakita di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi meluncurkan minyak goreng curah kemasan Minyakita ke seluruh Indonesia mulai Rabu (6/7).

Pada tahap awal, Kemendag mulai memasarkan kommoditas itu sebanyak 10.000 liter. Hal itu disapaikan Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra.

Menurut dia, Minyakita bisa dibeli para pedagang hingga masyarakat biasa. Dari sisi produsen, ia berujar, merek Minyakita boleh digunakan perusahaan-perusahaan selama 4 tahun, dan bisa diperpanjang sewaktu-waktu sesuai ketentuan.

"Merek Minyakita bisa digunakan oleh produsen siapapun dan oleh pengemas minyak goreng dengan masa berlaku 4 tahun, dan dapat diperpanjang jika memenuhi persyaratan, baik izin edar maupun dari BPOM," jelasnya.

Syailendra memaparkan, saat ini Minyakita didukung dua perusahaan, dan tujuh lainnya akan segera menyusul. "Segera menyusul (perusahaan lain-Red). Tadi pagi (kemarin-Red) kami tandatangani ada tujuh perusahaan lagi yang akan mengemas minyak goreng kemasan rakyat ini," jelasnya.

Syailendra menyampaikan, Minyakita yang dijual seharga Rp 14.000/liter itu diluncurkan sebagai inisiasi pendistribusian minyak goreng dalam rangka Domestic Market Obligation (DMO) dengan menggunakan kemasan.

Ia menambahkan, Kemendag akan melakukan percepatan distribusi minyak goreng, terutama untuk wilayah Indonesia Timur. Sebab, di wilayah Indonesia Timur harga minyak goreng masih tinggi.

"Mudah-mudahan dengan minyak goreng yang dikemas sederhana ini, bisa lebih baik dan lebih cepat terdistribusi kepada masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, Mendag menjelaskan bahwa dengan adanya minyak goreng rakyat kemasan ini dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan stok, serta mempermudah proses distribusi agar merata sampai ke pelosok negeri.

“Dengan adanya Minyak Goreng Rakyat kemasan ini akan mempermudah proses distribusi, menjaga kebersihan sampai ke tangan konsumen. Minyakita ini akan disalurkan melalui berbagai mitra dari Kemendag, dengan harapan dapat tersalurkan dengan baik serta tetap dengan harga terjangkau yaitu 14.000,” terangnya.

Zulhas, sapaanya, mengatakan, harga minyak goreng kemasan sederhana itu tetap dibanderol Rp 14.000/liter. Adapun ongkos pengemasannya akan menjadi tanggung jawab pihak produsen, dan tidak dibebankan ke konsumen. "Biaya pengemasan ditanggung produsen, jadi enggak naik (harga-Red) lagi," ucapnya.

Sebelumnya, Mendag Zulhas mengatakan, program 'Minyakita' ini merupakan program lanjutan dari program sebelumnya yaitu Minyak Goreng Curah Rakyat alias MGCR.

Dia menjelaskan, perbedaannya hanya terletak pada kemasan minyak goreng yang lebih kuat dan rapi.

Ia menjelaskan, kemasan baru minyak goreng curah ini nantinya jauh lebih bersih dari kemasan sebelumnya. Kemudian akan diberikan label kemasan "Minyakita".

"Kalau minyak goreng curah yang MGCR itu kan plastiknya tipis, takut pecah. Nah dengan program Minyakita itu nantinya packaging-nya lebih bagus. Lebih kuat dan rapi," jelasnya.

Zulhas menambahkan, nantinya distribusinya akan diperluas hingga ke supermarket. "Kalau beli liter gini kan harus di tempat tertentu kan harus dicurahkan. Harus dituang, perlu orang lagi, dan kadang-kadang bisa netes, kotor. Kalau itu kan toko-toko yang semacam minimarket itu enggak mau, tapi kalau sudah dikemas mereka akan mau," terangnya. (Tribun Network/Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved