Berita Solo

Putra Mahkota Keraton Solo Undang Gibran Hadiri Kirab Malam Satu Suro

Putra Mahkota Keraton Solo, Kanjeng Pangeran Adipati Anom (KPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Putra Mahkota Keraton Solo, Kanjeng Pangeran Adipati Anom (KPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram (memakai batik) bersama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka usai menyampaikan undangan Kirab Malam Satu Suro, Selasa (26/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Putra Mahkota Keraton Solo, Kanjeng Pangeran Adipati Anom (KPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram mengundang Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka untuk hadir dalam Kirab Malam Satu Suro akhir pekan ini.

Putra Pakubowo (PB) XIII itu bahkan untuk datang langsung menemui Gibran di Kantor Wali Kota Solo, Selasa (26/7/2022) sekira pukul 08.00 WIB.

"Saya datang hari ini memberikan undangan pada Mas Gibran. Kami mengharapkan kehadirannya pada tanggal 29 Juli 2022," ucapnya.

Nemun demikian, KPAA Hamangkunegoro belum bisa memastikan kehadiran ikon Kirab Malam Satu Suro Keraton Solo yakni Kebo Bule keturunan Kyai Slamet karena sedang menjalani masa pemulihan dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). 

Diketahui, total ada 7 kerbau keturunan Kyai Slamet yang terpapar virus PMK. 

"Kami sudah dibantu dari dinas terkait perawatan dan semoga bisa lekas pulih kerbaunya sehingga bisa dikeluarkan saat kirab," ungkapnya.

Direncanakan, Kirab Malam Satu Suro Keraton Kasunanan Solo bakal digelar pada Jumat (29/7/2022) malam hingga Sabtu (30/7/2022) dinihari.

Yakni dengan rute Keraton Kasunanan Solo menuju Supit Urang kemudian ke Gladak, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Slamet Riyadi, kemudian kembali ke keraton.

"Kalau rute masih sama, seperti tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabumig Raka telah memerintahkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo (DPKPP) untuk melakukan vaksin pada Kerbau Bule milik Keraton Solo.

"Kami akan pantau dulu sampai 3 hari ke depan mana-mana kebo yang fit untuk kirab," ungkapnya.

Kirab tersebut, ucap dia, juga untuk menunjukkan bahwa Kota Solo dalam keadaan aman. Masyarakat boleh ikut meramaikan setelah 2 tahun sebelumnya digelar secara terbatas. 

"Sekali lagi PMK itu tidak menular ke manusia, jadi nanti pas kirab bisa dikeluarkan dan masyarakat tidak perlu takut. Kami juga sudah tidak membatasi lagi event-event seperti ini," tandasnya. (*)

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 3 SD Tema 5 Subtema 2 Pembelajaran 2 Halaman 63 65 67 dan 68 Panas dan Hujan

Baca juga: Ngaku Wakil Direktur Pertamina di Cepu, Kusairi Tipu Puluhan Korban Modus Ada Lowongan Kerja

Baca juga: Radio USM Jaya Diminta Tetap Mengedukasi Masyarakat dan Mengudarakan Prestasi Mahasiswa 

Baca juga: Hukuman Gibran ke Suporter Persis Solo yang Anarkis di Jogja, Tak Akan Lagi Bisa Nonton Sepak Bola

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved