Penembakan Istri TNI di Semarang
Kopda Muslimin Belum Menyerahkan Diri, Otak Pembunuhan Berencana di Semarang, TNI: Pasti Dipecat
Sampai saat ini keberadaan Kopda Muslimin yang diduga menjadi otak pembunuhan Rina Wulandari yang merupakan istrinya sendiri belum diketahui.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalang kasus pembunuhan berencana dengan cara penembakan terhadap istri anggota TNI di Kota Semarang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.
Dia adalah suami dari wanita yang mengalami luka tembak, sebagai sasaran utama dalam upaya pembunuhan berencana itu.
Pria tersebut merupakan Kopda Muslimin, anggota TNI aktif di Kota Semarang.
Baca juga: Kos di Semarang Lokasi Mutilasi Dianggap Jadi Horor Penghuni Lain: Pilih Pindah Karena Takut
Baca juga: Pemkot Semarang Upayakan Cover Biaya Pendidikan Anak Istri TNI yang Ditembak di Banyumanik
Sampai saat ini keberadaan Kopda Muslimin yang diduga menjadi otak pembunuhan Rina Wulandari yang merupakan istrinya sendiri belum diketahui.
Tim gabungan TNI dan Polri mulai fokus mencari Kopda Muslimin setelah lima tersangka lapangan yang diduga suruhannya itu telah ditangkap.
Dandim 0733 BS Semarang, Letkol Inf Honi Havana mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan penangkapan Kopda Muslimin.
"Sekarang fokus ke sana, melakukan penangkapan Kopda Muslimin," jelasnya seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (27/7/2022).
Dia memastikan, Kopda Muslimin bakal dipecat jika terbukti menjadi otak pembunuhan Rina Wulandari yang saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Pemecatan jika memang terbukti," imbuhnya.

Baca juga: Fiks Hasil Kesepakatan, Pedagang Grosir Johar Ditempatkan di Pasar Klitikan Penggaron Semarang
Baca juga: Polrestabes Semarang Ajak Bawaslu Bikin Aplikasi Forum Pengawas Pemilu, Ini Tujuannya
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irawan Anwar menambahkan, sejauh ini berkas dan barang bukti yang didapat oleh penyidik sudah cukup untuk membawa lima tersangka itu ke persidangan.
"Terkait yang telah didapatkan penyidik sudah cukup untuk membawa mereka ke persidangan untuk tanggung jawab," tambahnya.
Sampai saat ini, tim gabungan masih melakukan penyelidikan.
Dia berharap agar Kopda Muslimin dalam waktu dekat bisa segera dihadirkan.
"Kemudian Kopda Muslimin bisa memberikan keterangan dari keterangan para saksi dan tersangka yang telah tertangkap," kata dia.
Seperti diketahui, pada Senin (18/7/2022), telah terjadi penembakan di sebuah perumahan Banyumanik, Kota Semarang.