Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Jam Tangan yang Disebut Milik Hitler Terjual Rp16 Miliar dalam Lelang di Amerika

Jam tangan yang disebut milik pemimpin Nazi Adolf Hitler telah terjual seharga 1,1 juta dollar AS (Rp 16 miliar lebih).

Getty Images
Pemimpin Nazi, Adolf Hitler 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Jam tangan yang disebut milik pemimpin Nazi Adolf Hitler telah terjual seharga 1,1 juta dollar AS (Rp 16 miliar lebih).

Itu terjadi dalam sebuah lelang di Amerika Serikat.

Arloji Huber, yang dijual ke penawar anonim, menunjukkan swastika dan memiliki inisial AH terukir di atasnya.

Baca juga: Jam Tangan Richard Mille Milik Bintang F1 Charles Leclerc yang Dicuri di Italia Terjual di Spanyol

Para pemimpin Yahudi mengutuk pelelangan menjelang penjualan benda tersebut di Alexander Historical Auctions di Maryland.

Namun rumah lelang - yang telah menjual memorabilia Nazi di masa lalu - mengatakan kepada media Jerman bahwa tujuannya adalah untuk melestarikan sejarah.

jam tangan yang dikatakan milik pemimpin Nazi Adolf Hitler
Sebuah jam tangan dengan inisial AH terukir di atasnya yang dikatakan milik pemimpin Nazi Adolf Hitler telah dijual seharga $ 1,1 juta (£ 900.000) di Alexander Historical Auctions di Maryland, AS. (BNN NEWSROOM via TWITTER)

Adolf Hitler memimpin Nazi Jerman antara 1933 dan 1945, mengatur pembunuhan sistematis kepada 11 juta orang - enam juta di antaranya dibunuh karena mereka adalah orang Yahudi.

Katalog produk untuk jam tangan tersebut mengatakan bahwa jam tersebut kemungkinan diberikan sebagai hadiah ulang tahun kepada pemimpin fasis itu pada 1933, ketika ia menjadi Kanselir Jerman.

Sebuah penilaian oleh rumah lelang menyebutkan bahwa jam tangan itu diambil sebagai suvenir, ketika sekitar 30 tentara Perancis menyerbu Berghof, tempat peristirahatan di gunung milik Hitler pada Mei 1945.

Jam tangan tersebut kemudian diperkirakan dijual kembali dan diturunkan melalui beberapa generasi hingga sekarang.

Benda lain dalam pelelangan termasuk gaun milik istri Hitler, Eva Braun, foto-foto bertanda tangan pejabat Nazi dan kain kuning Bintang Daud bertuliskan kata "Jude", yang merupakan bahasa Jerman untuk orang Yahudi.

Selama holocaust, Nazi memaksa orang-orang Yahudi untuk memakai pengenal kuning sebagai ban lengan atau lencana, dengan maksud untuk mengucilkan dan melecehkan mereka.

 
Sebuah surat terbuka yang ditandatangani oleh 34 pemimpin Yahudi menggambarkan penjualan itu sebagai "menjijikkan" dan meminta barang-barang Nazi ditarik dari pelelangan.

Rabbi Menachem Margolin, ketua Asosiasi Yahudi Eropa mengatakan transaksi itu memberikan "bantuan bagi mereka yang mengidealkan apa yang diperjuangkan partai Nazi".

"Meskipun jelas bahwa pelajaran sejarah perlu dipelajari - dan artefak Nazi yang sah memang termasuk di museum atau tempat-tempat pendidikan tinggi - barang-barang yang Anda jual jelas tidak," tulisnya sebagaimana dilansir BBC pada Jumat (29/7/2022).

Berbicara kepada pers Jerman sebelum penjualan, Alexander Historical Auctions mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk melestarikan sejarah, dan sebagian besar barang yang terjual disimpan dalam koleksi pribadi atau disumbangkan ke museum Holocaust.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved