Berita Kendal

1.300 Nelayan Gempolsewu Kendal Gelar Pesta Laut 5 Hari

Momentum Muharram tahun ini menjadi kebangkitan nelayan di Dusun Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari yang menjadi perkampungan

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/dini
Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Momentum Muharram tahun ini menjadi kebangkitan nelayan di Dusun Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari yang menjadi perkampungan dengan jumlah nelayan terbesar di Kabupaten Kendal.

Sebanyak 1.300-an nelayan meramaikan perayaan pesta laut selama lima hari berturut-turut. Para nelayan berkolaborasi dengan UMKM, pelaku kesenian, hiburan dan kebudayaan memeriahkan tradisi yang diperingati setiap tahunnya.

Kepala Desa Gempolsewu, Carmadi mengatakan, Pesta Laut Tawang 2022 digelar untuk menyambut kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19.

Selain itu, lanjut dia, pagelaran ini diselenggarakan untuk mengiringi tradisi nyadran atau larung sesaji kepala sapi di tengah laut.

Pihaknya mengapresiasi seluruh nelayan, UMKM, dan masyarakat pada umumnya yang telah ikut serta meramaikan pesta laut, karena pagelaran ini sudah vakum selama dua tahun terakhir.

Dia berharap, kegiatan ini menandakan kebangkitan ekonomi masyarakat Gempolsewu dan sekitarnya agar segera pulih seperti sedia kala.

"Empat bulan pesta laut ini dipersiapkan dan bisa terlaksana selama lima hari. Hari ini adalah puncaknya ritual larung sesaji kepala sapi di tengah laut," terangnya, Jumat (12/8/2022).

Carmadi menerangkan, omzet pelaku usaha selama pagelaran pesta laut meningkat hingga 300 persen.

Dia menyebut, hal ini menjadi sebuah capaian yang fantastis, karena selama dua tahun masyarakat terpuruk.

Pihaknya berharap, setelah pagelaran dan sedekah laut ini dilaksanakan, perekonomian nelayan juga terangkat, tangkapan ikan melimpah, serta diberikan keselamatan dan keberkahan dalam mengarungi laut.

"Kami berharap, dengan pelaksanaan tradisi ini menambah keberkahan bagi para keluarga nelayan, ekonomi mereka meningkat agar masyarakat lebih sejahtera," harapnya.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiono menyampaikan, tradisi ini bagian dari ritual masyarakat di pesisir Kabupaten Kendal, dengan maksud menyampaikan berbagai harapan yang baik.

Dia berharap, masyarakat di pesisir pantai bisa terus menjaga kelestarian budaya ini agar tetap terpelihara dengan baik dari tahun ke tahun.

"Walaupun covid-19 sudah melandai, protokol kesehatan tetap harus dijaga. Perayaan ini wujud syukur kepada Allah SWT, nguri-uri budaya leluhur. Paling utama, tindak lanjut untuk selanjutnya agar diberikan keselamatan dan keberkahan bagi nelayan. Nelayan harus bisa bekerja lebih keras lagi dan lebih giat lagi untuk mengangkat ekonomi keluarga masing-masing," tuturnya. (Sam)

Baca juga: Cuaca Kota Solo Besok Sabtu 13 Agustus 2022 Diperkirakan Cerah

Baca juga: Chord Kunci Gitar Hinakah Gigi Band

Baca juga: Pesona 2022: Atlet Tenis Meja Sumbang Emas dan Perak Untuk UIN Walisongo

Baca juga: Motor Baru Honda ST125 Dax & New Honda ADV160 Hadir di GIIAS 2022

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved