Berita Semarang
Penjelasan Sekolah Soal Tenggelamnya Catur Prasetya Siswa SMK Ibu Kartini di Pantai Parangtritis
Pihak SMK Ibu Kartini Kota Semarang tak menyangka kunjungan industri yang sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi bakal berujung hilangnya siswa
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pihak SMK Ibu Kartini Kota Semarang tak menyangka kunjungan industri yang sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi bakal berujung hilangnya siswa mereka di pantai Parangtritis.
Korban bernama Catur Prasetya (17) kelas 12 Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).
"Iya kejadian kemarin agenda utama adalah kunjungan industri, selepas itu baru mampir Parangtritis," ujar Ketua Bidang Kesiswaan SMK Ibu Kartini Kota Semarang, Subagyo Subali kepada Tribunjateng.com, Selasa (16/8/2022).
Menurutnya, kunjungan industri merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan pihak sekolah.
Kunjungan tersebut sedianya diikuti oleh kelas 10 namun karena terhalang pandemi, kunjungan tersebut baru bisa dilakukan saat para siswa duduk di kelas 11 dan 12.
Total siswa yang ikut kunjungan ada 334 siswa dengan rincian kelas 11 ada 180 dan kelas 12 ada 154.
"Jadi kunjungan digabung kelas 11 dan 12, mereka berasal dari 13 kelas yang diangkut oleh 9 bus," ungkapnya.
Mereka melakukan kunjungan industri di sejumlah tempat di Yogyakarta.
Para siswa jurusan tata boga di produsen bakpia, tata busana di produsen kaos oblong dan jurusan RPL di Sekolah Teknologi Digital Indonesia.
"Kami berangkat pagi selesai kunjungan industri jam 2 siang, habis itu mampir Parangtritis," bebernya.
Ia enggan menjelaskan kronologi kejadian tenggelamnya korban sebab tidak ada di lokasi kejadian.
"Saya tugas piket di sekolah, dapat kabar kejadian itu sore hari lalu kami teruskan ke pihak keluarga, Yayasan dan Dinas pendidikan," katanya.
Ia menjelaskan, sekolah telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Polairud, Tim SAR dan pihak terkait lainnya untuk upaya pencarian korban.
Pihaknya juga menyiagakan empat guru dan dua siswa di lokasi kejadian untuk memantau perkembangan proses pencarian.
"Informasi sementara pencarian akan dilakukan selama tiga hari. Selanjutnya nanti kami akan koordinasi lebih lanjut ke pihak terkait," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Catur Prasetya (17) siswa SMK Ibu Kartini Kota Semarang korban tenggelam di pantai Parangtritis hingga kini masih dilakukan pencarian.
Orangtua korban pasangan Wahono-Sutirah kini hanya bisa pasrah.
Mereka tetap berusaha tegar atas nasib anak lelaki satu-satunya yang mereka miliki.
"Iya , Catur anak keempat dan satu-satunya anak lelaki saya," ujar Wahono (60) di kediamannya Jalan Kumudasmoro Dalam V, RT 2 RW 1 , Bongsari, Semarang Barat, Selasa (16/8/2022).
Ia mengaku, tidak mendapatkan firasat tertentu terhadap kepergian anaknya.
Hanya saja, korban sempat bilang ke kakak perempuannya bahwa tidak akan pulang pada pukul 16.00.
"Iya korban bilang ke kakaknya pada hari sebelum kejadian bahwa tidak ada di rumah jam 4 sore," ucapnya.
Ia mengungkapkan, kabar tenggelamnya korban pertama kali diperolehnya dari kakak korban pada Senin (15/8/2022) bada magrib.
Ketika itu kakak korban menelpon, memberitahukan kondisi Catur namun tak secara rinci lalu menyuruhnya supaya segera pulang.
"Anak perempuan saya telpon minta saya pulang. Saya masih di Simpang Lima, saya ga mau kalau diberitahu tidak secara persis, habis itu diberitahu, saya di jalan panik," bebernya.
Ia mengaku, kaget mendengar kabar tersebut.
Padahal sehari sebelum kejadian sempat meminta dibikinin teh hangat oleh korban.
Bahkan, ia sempat memijit tubuh korban.
"Saya pegang engkelnya kog keras tak tanya dia hanya diam," tuturnya.
Ia menjelaskan, terakhir bertemu dengan anaknya saat mengantarkannya ke SMK Ibu Kartini Jalan Imam Bonjol, Semarang Tengah pada Senin (15/8/2022) pukul 05.30.
Korban meminta diantarkan ke sekolah lantaran dari pihak sekolah hari itu melarangnya membawa motor.
"Saya tidak lihat sampai korban pergi karena langsung pulang," tuturnya.
Korban sempat berkomunikasi dengan kakaknya melalui chatting WhatsApp (WA) pada pukul 14.30.
Selepas itu tak ada lagi kabar dari korban.
"Kabarnya korban hilang pukul 16.00, karena pukul 14.30 masih WA nan sama kakaknya," terangnya.
Wahono mengatakan, informasi yang diperolehnya dari sekolah, anaknya berenang ke tengah.
Korban dan satu temannya sudah diberi tahu guru namun tetap berenang ke tengah.
Satu temannya bilang korban sudah sempat ditarik tapi berat, ia ketakutan lalu renang sendiri.
"Anak saya bisa berenang, biasa renang di pantai Marina," ungkapnya.
Ia mengenang, sosok anaknya termasuk bocah pendiam dan patuh terhadap orangtua.
Sebab, dalam kesehariannya disuruh apapun anaknya selalu tidak pernah membantah meskipun kondisi tubuh sedang lelah.
"Dia anak laki satu-satunya, akhir tua saya dia yang saya harapkan, dulu dia saya rawat betul-betul lahir kecil 21 ons disuruh ke rumah sakit tapi saya rawat sendiri, tapi ya Allah," katanya terhenti karena menangis sesenggukan.
Nasib nahas dialami Catur Prasetya (17) pelajar SMK Ibu Kartini, Jalan Imam Bonjol, Semarang Tengah, Kota Semarang.
Ia dikabarkan tenggelam di pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Senin (15/8/2022) sekira pukul 15.15 WIB.
Korban hingga pagi ini masih dicari tim penyelamat.
Ia merupakan warga Kumudasmoro Dalam V,
Bongsari, Semarang Barat.
"Iya betul, itu warga Semarang Barat, tadi saya sudah telpon pak RT setempat , korban putra dari Pak Wahono," ujar Kapolsek Semarang Barat Kompol Dicky Hermansyah saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (16/8/2022).
Ia menyebut, hingga saat ini korban masih dalam pencarian tim SAR yang rencananya akan dimulai pagi ini pukul 08.00.
"Saya sudah hubungi Kasat Bantul, kalau ada kabar terkait korban segera infokan ke kami supaya nanti kami koordinasi dengan keluarga," paparnya.
Kronologi kejadian yang dihimpun Tribunjateng.com, korban berangkat ke Yogyakarta bersama rombongan bus dari SMK Ibu Kartini Semarang.
Total ada sembilan bus yang membawa rombongan pelajar tersebut.
Mereka datang ke kota tersebut untuk melakukan kunjungan industri.
Selepas kunjungan industri, mereka mampir ke pantai Parangtritis, Yogyakarta.
Mereka tiba di pantai tersebut sekira pukul 14.15.
Korban Catur Prasetya berenang di pantai tersebut bersama Guruh (17) teman satu sekolahnya.
Mereka berdua sudah diingatkan petugas supaya tidak bermain di air laut karena merupakan Palung laut.
Namun kedua siswa SMK tersebut tak mengindahkan dengan terus berenang.
Kemungkinan karena keasyikan bermain keduanya terlalu ke tengah kemudian terseret arus palung laut.
Satu korban bernama Guruh berhasil selamat sedangkan Catur Prasetya terseret arus tersebut.
Pagi ini pencarian korban dilanjutkan, informasi yang dihimpun ombak di pantai Parangtritis masih terpantau tinggi.
Nasib nahas dialami Catur Prasetya (17) pelajar SMK Ibu Kartini, Jalan Imam Bonjol, Semarang Tengah, Kota Semarang.
Ia dikabarkan tenggelam di pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, Senin (15/8/2022) sekira pukul 15.15 WIB.
Korban hingga pagi ini masih dicari tim penyelamat.
Ia merupakan warga Kumudasmoro Dalam V,
Bongsari, Semarang Barat.
"Iya betul, itu warga Semarang Barat, tadi saya sudah telpon pak RT setempat , korban putra dari Pak Wahono," ujar Kapolsek Semarang Barat Kompol Dicky Hermansyah saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (16/8/2022).
Ia menyebut, hingga saat ini korban masih dalam pencarian tim SAR yang rencananya akan dimulai pagi ini pukul 08.00.
"Saya sudah hubungi Kasat Bantul, kalau ada kabar terkait korban segera infokan ke kami supaya nanti kami koordinasi dengan keluarga," paparnya.
Kronologi kejadian yang dihimpun Tribunjateng.com, korban berangkat ke Yogyakarta bersama rombongan bus dari SMK Ibu Kartini Semarang.
Total ada sembilan bus yang membawa rombongan pelajar tersebut.
Mereka datang ke kota tersebut untuk melakukan kunjungan industri.
Selepas kunjungan industri, mereka mampir ke pantai Parangtritis, Yogyakarta.
Mereka tiba di pantai tersebut sekira pukul 14.15.
Korban Catur Prasetya berenang di pantai tersebut bersama Guruh (17) teman satu sekolahnya.
Mereka berdua sudah diingatkan petugas supaya tidak bermain di air laut karena merupakan Palung laut.
Namun kedua siswa SMK tersebut tak mengindahkan dengan terus berenang.
Kemungkinan karena keasyikan bermain keduanya terlalu ke tengah kemudian terseret arus palung laut.
Satu korban bernama Guruh berhasil selamat sedangkan Catur Prasetya terseret arus tersebut.
Pagi ini pencarian korban dilanjutkan, informasi yang dihimpun ombak di pantai Parangtritis masih terpantau tinggi. (Iwn)
Baca juga: Notaris DFH Dilaporkan Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Tandatangan
Baca juga: Salahudin Gembleng Fisik Pemain Persijap Jepara di Lereng Muria
Baca juga: UPDATE : Dua Pelaku Pembacokan Hingga Tewas Di Desa Plataran Kaliwungu Kendal Ditangkap, Inilah Dia
Baca juga: Reza Artamevia Ungkap Perlakuan Angelina Sondakh yang Paling Membekas: Tercatat Sekali di Hatiku