UPGRIS

Fajar Ajis Saputra dan Moh. Khoirudin Ciptakan Robot Pemilah Sampah Agar Lebih Mudah Didaur Ulang

Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menciptakan robot pemilah sampah.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Dokumentasi Humas UPGRIS
Fajar Ajis Saputra dan Moh. Khoirudin Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Lantai 2 Gedung Utama UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Nomor 23 Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menciptakan robot pemilah sampah.

Latar belakang penciptaan robot ini karena kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus didukung alat yang memadai.

Disampaikan Fajar Ajis Saputra dan Moh. Khoirudin, mahasiswa pencipta robot pemilah sampah, alat-alat tersebut berguna untuk menghimpun sampah agar lebih mudah disalurkan ke daur ulang.

Untuk mempermudah proses pemilahan sampah tersebut, diperlukan tempat sampah yang lebih variatif.

“Awalnya kepikiran buat tempat sampah yang bisa memilah sampah, gunanya agar lebih mempermudah petugas sampah," ujarnya pada Rabu (17/8/2022) di Lantai 2 Gedung Utama UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Nomor 23 Kota Semarang.

Ia menambahkan, pihaknya menciptakan alat yang bisa memilah sampah berdasar bahan bakunya, yaitu sampah plastik, sampah kertas, dan sampah logam.

Mereka membuat produk perancangan alat pemilah sampah otomatis. “Cara kerja alat tersebut menggunakan inductive proximity sensor, capacitive proximity sensor dan infrared sensor.

"Pada saat sampah dimasukan ke tempat penampungan sampah sementara, ketiga sensor akan mendeteksi keberadaan sampah," tambah Fajar.

Kemudian penampung sampah akan bergerak secara otomatis ke tempat sampah sesuai dengan jenisnya.

“Proses pembuatan alat ini kurang lebih tujuh bulan, dengan anggaran yang dihabiskan sekitar dua juta rupiah,” terang Khoirudin.

Harapannya, ke depan alat ini akan memudahkan petugas kebersihan dalam penyortiran sampah.

“Selain itu, robot sederhana ini juga menjadi sarana edukasi dalam bidang robotik di sekolah untuk masa depan," pungkas Khoirudin. (arh)

Baca juga: Mencari Bilangan Bulat dengan Metode JAS

Baca juga: HUT RI ke 77, 1.276 Warga Binaan Pemasyarakatan Di Cilacap Dapat Remisi, 48 Lainnya Langsung Bebas

Baca juga: Mudah Membaca dengan Dinding Kata

Baca juga: Kaesang Ajak Erina Gudono Hadiri Upacara Kemerdekaan HUT ke-77 RI, Kompak Pakai Bagu Seragam

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved