Berita Karanganyar

FPRB Karanganyar Mendorong Supaya Para Relawan Mendapatkan Dilkat

Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) mendorong supaya para relawan mendapatkan pelatihan dan pendidikan (Diklat) terkait penanganan bencana.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Ketua FPRB Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi daerah rawan bencana di Ruang Podang I Setda Karanganyar, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) mendorong supaya para relawan mendapatkan pelatihan dan pendidikan (Diklat) terkait penanganan bencana.

Hal itu disampaikan Ketua FPRB Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto usai sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi daerah rawan bencana di Ruang Podang I Setda Karanganyar, Rabu (24/8/2022). Dalam kesempatan tersebut turut hadir BPBD Karanganyar, relawan, perwakilan perusahaan dan unsur akademisi. 

Diketahui bersama wilayah Kabupaten Karanganyar terdapat sejumlah wilayah yang menjadi rawan bencana semisal tanah longsor seperti Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso, Jatiyoso, Jenawi, Karangpandan dan lainnya. 

Ketua FPRB Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto menyampaikan, forum ini merupakan wadah kaitannya dengan pencegahan dan penanganan bencana yang melibatkan beberapa unsur seperti pemerintahan dalam hal ini BPBD serta lainnya, akademisi, kelompok relawan, pihak perusahaan dan lainnya. 

Hingga saat ini tercatat ada sekitar 55 kelompok relawan di Kabupaten Karanganyar. Pihaknya mendorong supaya anggota kelompok relawan mendapatkan diklat sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan dapat melakukan penanganan terkait bencana secara benar dan sesuai SOP ketika terjun ke lapangan atau lokasi bencana.

"Sekarang kalau mengirim (relawan) ke daerah bencana kalau tidak ada kemampuan bagaimana," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Dia menuturkan, memang untuk mengikuti Diklat membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang cukup lama. 

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD, Sari Widodo mengatakan, pihak dewan juga fokus kaitannya dengan penanggulangan bencana. Oleh karena itu pihak dewan akan menganggarkan senilai Rp 200 juta untuk kegiatan terkait penanganan bencana pada 2023. Lanjutnya, memang dana tersebut masih tergolong kecil untuk lingkup kabupaten. 

"Anggaran tersebut bisa untuk kegiatan sosialisasi juga penghijauan dalam rangka pengurangan resiko bencana," terangnya. (Ais).

Baca juga: Usai Bawa Persis Solo Raih Kemenangan Lawan Madura United, Rasiman Minta Maaf ke Warga Solo, Ada Apa

Baca juga: Profil Timnas Prancis Piala Dunia 2022 Qatar, Kandidat Juara yang Dihantui Mitos dan Kutukan

Baca juga: 73 Pelanggan PLN UP3 Kudus Ajukan Promo Program Tambah Daya Cuma Rp 170.845‎

Baca juga: KIS Tak Bisa Digunakan Untuk Berobat Gratis di Puskesmas? Begini Penjelasannya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved