Berita Narkotika

MZ Warga Semarang Ditangkap di Blora, Miliki 10 Tablet Alprazolam, Pelaku Lagi Nongkrong di Warung

MZ ditangkap petugas berikut barang bukti berupa 10 butir atau tablet Alprazolam 1 mg saat berada di wilayah Desa Jagong, Kunduran, Blora.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
POLRES BLORA
Tersangka MZ pria asal Semarang saat diperiksa petugas Satresnarkoba Polres Blora lantaran kedapatan memiliki psikotropika, Jumat (26/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Satresnarkoba Polres Blora meringkus seorang pria asal Semarang yang diduga terlibat tindak pidana kepemilikan psikotropika.

Tersangka seorang warga asal Semarang yang berinisial MZ. 

MZ ditangkap petugas berikut barang bukti berupa 10  butir atau tablet Alprazolam 1 mg saat berada di wilayah Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Baca juga: Daryono Tewas Tenggelam di Embung Sidomulyo Blora Setelah Kaki Tersangkut Tanaman Air

Baca juga: Pawai Pembangunan Tingkat Kabupaten Blora akan Digelar, Ini Rutenya

Kasatresnarkoba Polres Blora, Iptu Edi Santosa mengungkapkan, penangkapan tersangka MZ berawal dari informasi warga. 

Informasinya, bahwa ada kepemilikan psikotropika di wilayah Kecamatan Kunduran.

Anggota pun melakukan penyelidikan dan pendalaman sampai akhirnya melakukan penangkapan terhadap MZ.

"Pelaku kami tangkap saat berada di depan sebuah warung di wilayah Desa Jagong pada Kamis (25/8/2022)," kata Iptu Edi Santosa kepada Tribunjateng.com, Jumat (26/8/2022).

Atas perbuatannya, MZ dipersangkakan Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Petugas juga menyita barang bukti berupa 10 butir atau tablet Alprazolam 1 mg bentuk bulat warna pink tulisan mf.

Baca juga: Begini Upaya Bupati Arief untuk Optimalkan Pasar Ekspor Produk UKM Kayu Jati Blora

Baca juga: Bupati Blora Minta OPD Aktifkan Konten Medsos dan Websitenya

Kemudian 1 plastik warna bening yang disolasi menggunakan solasi warna coklat dan ditempeli kertas warna putih yang ada tulisan J & T Ekspress

Lalu 1 handphone merk Realme warna hitam dan 1 potong jaket kombinasi warna hitam merah hijau yang ada tulisa AHA.

Iptu Edi menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak main main dengan narkoba ataupun obat terlarang.

Karena selain merusak kesehatan, barang haram tersebut sudah pasti akan merusak masa depan. 

"Jaga diri dan mawas diri, jangan sekali kali mencoba membeli atau mengkonsumsi narkotika atau obat terlarang lainya karena jika sudah kecanduan akan susah dihilangkan," pesan Iptu Edi Santosa

"Dan jika tertangkap akan diproses sesuai dengan aturan yang ada," tambahnya. (*)

Baca juga: Jersey Persijap Jepara Diluncurkan, Hasil Produksi Sendiri, Iqbal: Target Masuk Enam Besar Liga 2

Baca juga: Mbah Parto Ketiban Durian Runtuh, Warga Desa Jati Sukoharjo Dapat Motor, Modal Cuma Disuntik Vaksin

Baca juga: Inilah Lima Perwira Pejabat Baru di Polres Pekalongan

Baca juga: Cara ASN Sukoharjo Bantu Petani Lokal, Gaji Dipotong Buat Beli Beras, Dihargai Rp 11.000

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved