Berita Pekalongan
Wali Kota Aaf: Bubur Suro Bisa Jadi Ikon Kuliner Khas Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi dan bersyukur festival bubur suro bisa digelar kembali pada 2022.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Puncak Festival Bubur Suro Kota Pekalongan berlangsung meriah serta mendapat antusias dari ribuan warga, Minggu (28/8/2022) malam.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jlamprang (Kujajal) Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.
Festival yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharram atau Asyuro tersebut berlangsung di Jalan Jlamprang, dekat Masjid Aulia Krapyak Kota Pekalongan.
Baca juga: Ibu di Pekalongan Potong Bagian Dadanya dan Berhubungan dengan Anak, Bermula dari Join Grup Facebook
Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia: 5,5 Persen Pertumbuhan Meningkat pada Hybrid Expo Pekan Raya Kajen 2022
Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir, dan Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya.
Ada sekira 3.000 porsi bubur suro yang dibagikan kepada masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi dan bersyukur festival bubur suro bisa digelar kembali pada 2022.
Terlebih kegiatan tersebut mendapat antusias dari ribuan warga hingga memadati kawasan Jalan Jlamprang.
Dia menilai, momentum ini sekaligus untuk membangun tali silaturahmi dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di Krapyak.
"Festival bubur suro sangat luar biasa."
"Sebab lebih dari dua tahun terakhir, tidak ada acara seperti ini."
"Alhamdulillah pada tahun ini bisa kembali digelar," kata Aaf melalui Tribunjateng.com, Senin (29/8/2022).
Baca juga: Pelantikan 84 Pejabat Struktural Pemkab Pekalongan, Ini Pesan Bupati Fadia Arafiq
Baca juga: Harga Telur Ayam di Pekalongan Meroket, Pedagang: Daya Beli Masyarakat Turun
Pada kesempatan itu, Aaf mengatakan, bubur suro bisa menjadi ikon hidangan khas dari Kota Pekalongan, selain kuliner megono dan soto tauto.
Karena festival tersebut juga merupakan tradisi di Kota Pekalongan.
Lalu bubur suro ini hanya ditemukan di Kota Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Krapyak.
Terbuat dari beras dengan tambahan bumbu, rempah, jinten, kacang hijau, santan, dan dihiasai irisan mentimun, telur ayam, dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/festival-bubur-suro-pekalongan-2022.jpg)