Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Wali Kota Aaf: Bubur Suro Bisa Jadi Ikon Kuliner Khas Kota Pekalongan

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi dan bersyukur festival bubur suro bisa digelar kembali pada 2022.

PEMKOT PEKALONGAN
Suasana pelaksanaan festival bubur suro di Jalan Jlamprang Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Minggu (28/8/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Puncak Festival Bubur Suro Kota Pekalongan berlangsung meriah serta mendapat antusias dari ribuan warga, Minggu (28/8/2022) malam.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jlamprang (Kujajal) Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.

Festival yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharram atau Asyuro tersebut berlangsung di Jalan Jlamprang, dekat Masjid Aulia Krapyak Kota Pekalongan.

Baca juga: Ibu di Pekalongan Potong Bagian Dadanya dan Berhubungan dengan Anak, Bermula dari Join Grup Facebook

Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia: 5,5 Persen Pertumbuhan Meningkat pada Hybrid Expo Pekan Raya Kajen 2022

Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir, dan Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya.

Ada sekira 3.000 porsi bubur suro yang dibagikan kepada masyarakat. 

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi dan bersyukur festival bubur suro bisa digelar kembali pada 2022.

Terlebih kegiatan tersebut mendapat antusias dari ribuan warga hingga memadati kawasan Jalan Jlamprang.

Dia menilai, momentum ini sekaligus untuk membangun tali silaturahmi dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di Krapyak. 

"Festival bubur suro sangat luar biasa."

"Sebab lebih dari dua tahun terakhir, tidak ada acara seperti ini."

"Alhamdulillah pada tahun ini bisa kembali digelar," kata Aaf melalui Tribunjateng.com, Senin (29/8/2022). 

Baca juga: Pelantikan 84 Pejabat Struktural Pemkab Pekalongan, Ini Pesan Bupati Fadia Arafiq

Baca juga: Harga Telur Ayam di Pekalongan Meroket, Pedagang: Daya Beli Masyarakat Turun

Pada kesempatan itu, Aaf mengatakan, bubur suro bisa menjadi ikon hidangan khas dari Kota Pekalongan, selain kuliner megono dan soto tauto.

Karena festival tersebut juga merupakan tradisi di Kota Pekalongan.

Lalu bubur suro ini hanya ditemukan di Kota Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Krapyak.

Terbuat dari beras dengan tambahan bumbu, rempah, jinten, kacang hijau, santan, dan dihiasai irisan mentimun, telur ayam, dan sebagainya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved