Berita Pekalongan

Omzet Pekan Raya Pekalongan Capai Rp 6,4 Miliar

Omzet Hybrid Expo Pekan Raya Kajen 2022 Kabupaten Pekalongan capai Rp 6,4 miliar.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Pelajar saat berkunjung dibeberapa stan pada Hybrid Expo Pekan Raya Kajen (PRK) 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Omzet Hybrid Expo Pekan Raya Kajen (PRK) 2022, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah hingga saat ini mencapai Rp 6,4 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh saat dihubungi Tribunjateng.com mengatakan, bahwa omzet sebesar Rp 6,4 miliar berasal dari, stan dan tenda yang ada dari area expo, wahana permainan, dan pedagang kaki lima di luar expo.

"Berdasarkan data per Selasa (30/8/2022) siang, omzet PRK Rp 6,4 miliar dari stan dan tenda yang ada dari area expo sebesar Rp 3,4 miliar dan Rp 3 miliar berasal dari pedagang kaki lima serta wahana permainan," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Naker Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh.

Pihaknya mengungkapkan, kemungkinan omzet PRK akan bertambah, lantaran hari ini adalah hari terakhir Hybrid Expo Pekan Raya Kajen.

"Malam ini PRK akan ditutup, sehingga omzet dalam kegiatan ini akan bertambah."

"Pada kegiatan PRK ini, data sementara juga dikunjungi sekitar 77 ribu pengunjung," ungkapnya.

Menurutnya, PRK diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi ke 400 tahun Kabupaten Pekalongan, dan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia.

Ada ratusan stan yang menampilkan produk-produk ataupun program-program mengenai pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

"Ada 54 stan itu berada di dalam, lalu ada 95 stan yang diisi oleh UMKM di Kabupaten Pekalongan, lalu ditambah puluhan pedagang kaki lima di sekitar lokasi PRK yang juga ikut memeriahkan PRK tahun ini," ujarnya.

Masruroh menjelaskan, tujuan dari PRK Hybrid Kajen 2022 dalam rangka menumbuhkan gairah UMKM di Kabupaten Pekalongan.

"Kenapa dinamakan hybrid, karena selain bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat di alun-alun Kajen, kegiatan juga bisa dilihat secara online. PRK dimulai dari tanggal 25 - 30 Agustus 2022," jelasnya.

Pihaknya menambahkan, setelah dua tahun tidak ada PRK karena pandemi Covid-19, harapannya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan naik menjadi 5 persen.

"Setelah kita berhenti selama dua tahun, dengan persiapan yang singkat juga, jadi untuk tahun ini target kami pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5 persen dan PRK bisa terlaksana dengan baik serta bisa dinikmati masyarakat," tambahnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved