Guru Berkarya

Meningkatkan Etos Kerja Kepala Sekolah Melalui POAC

Kepala sekolah dasar menempati posisi yang sangat strategis dan memegang peran sangat penting.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Sukin Pujiati, S.Pd.SD,M.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 5 Kancilan Kab. Jepara 

Oleh: Sukin Pujiati, S.Pd.SD,M.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 5 Kancilan Kab. Jepara

Sejak dikeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 162/U/2003 tanggal 24 Oktober 2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah serta di dalamnya terdapat rentang waktu penugasan guru sebagai kepala kekolah berdampak pada penurunan etos kerja kepala sekolah.

Kepala sekolah dasar menempati posisi yang sangat strategis dan memegang peran sangat penting.

Kepala sekolah merupakan planning, organising, actuating dan controlling biasa disebut POAC (Slameto, 2014: 45).

Berpijak pada pendapat bahwa kepala sekolah selain sebagai guru juga bertindak sebagai pimpinan kecil di suatu lembaga pendidikan, maka kepala sekolah perlu diadakan penilaian kerja setiap satu semester.

Kinerja kepala sekolah yang baik akan berdampak luas pada kemajuan sekolah.

Sebaliknya, apabila kinerja kepala sekolah kurang baik akan berdampak kemunduran di institusi sekolah tersebut.

Pemikiran para kepala sekolah bahwa biarpun bekerja sebaik mungkin, pada akhirnya setelah 8 sampai 12 tahun akan diberhentikan dari jabatan kepala sekolah karena untuk mendapatkan nilai A (amat baik) sangatlah sulit.

Hal ini yang mendorong penulis selaku Kepala SDN 5 Kancilan kabupaten Jepara perlu mengadakan kegiatan KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dalam satu gugus dengan musyawarah dan pantauan kinerja para kepala sekolah.

Serta membantu menyelesaikan permasalahan yang menghambat hasil kinerja para kepala sekolah dalam satu gugus.

Caranya dengan menyusun dan melaksanakan peningkatan melalui POAC.

Apakah rendahnya kinerja kepala sekolah disebabkan adanya periodesasi jabatan kepala sekolah? Ketentuan tentang periodesasi jabatan kepala sekolah telah diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Tahun 2003 tentang Masa Bhakti Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Periodesasi jabatan kepala sekolah diharapkan sesuai acuan yang berlaku yang mencakup sebagai EMASLIM (educator, manager, administrator, supervisor, leadership, inovator, motivator) (Mendiknas,2003 : 47).

Para kepala sekolah menganggap penilaian kinerja dengan berimbas pada pemberhentian sebagai kepala sekolah kurang dapat diterima.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved