Berita Internasional

Bom Meledak dalam Masjid Penuh Jemaah di Afghanistan, 18 Tewas dan 23 Terluka

Jumat (2/9/2022), ledakan bom menghancurkan masjid yang ramai jemaah di Afghanistan barat.

DAILY MAIL
Ilustrasi ledakan 

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas ledakan pada Jumat (2/9/2022) itu.

 
Bulan lalu, pemboman di sebuah masjid di ibu kota Kabul menargetkan dan membunuh seorang ulama pro-Taliban dalam serangan yang diklaim oleh ISIS.

Kelompok teroris itu telah melancarkan kampanye berdarah serangan terhadap sasaran Taliban dan kelompok minoritas, khususnya Syiah yang dianggap oleh ekstremis Sunni IS sebagai sesat.

Mereka sering menyerang masjid dengan serangan bunuh diri selama shalat Jumat.

Masjid Guzargah Herat, di mana Ansari telah lama menjadi pengkhotbah, menarik pengikut Islam Sunni, aliran dominan di Afghanistan yang juga diikuti oleh Taliban.

Ansari selama bertahun-tahun menjadi duri di pihak pemerintah pro-Barat Afghanistan.

Dalam khotbahnya di Guzargah, ia sempat mendesak banyak pendukungnya untuk melakukan protes terhadap pemerintah dan berkhotbah menentang hak-hak perempuan.

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) beranggotakan 57 negara mengutuk serangan pada Jumat (2/9/2022).

Badan negara-negara Muslim yang berbasis di Saudi "tetap sangat prihatin bahwa serangan dan ledakan sporadis di berbagai provinsi di seluruh negeri terus merusak keamanan dan perdamaian sosial rakyat Afghanistan," katanya dalam sebuah pernyataan.

 
 
“OKI memperbarui solidaritas tegas dengan Afghanistan dan rakyatnya yang telah lama menderita.” (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ledakan Bom dalam Masjid yang Dipenuhi Jemaah Kembali Guncang Afghanistan, Tewaskan Belasan Orang"

Baca juga: Pria Ini Ditangkap Atas Kepemilikan Narkoba Berupa Pil Berbentuk Mirip Hello Kitty

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved