Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Perjuangan Warga AS Rene Lysloff Dokumentalis Lengger Banyumas, Berharap Arsip Budayanya Dirawat

Kesenian Tari Lengger di antaranya. Lengger bahkan ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda oleh Kementerian Pendidikan.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rival al manaf
istimewa
Lengger lanang Muhammad Yusuf saat menarikan tari lengger di Jagad Lengger Festival 2022, di Pendopo Duplikat Si Panji Banyumas, Senin (27/6/2022). 

Dukungan Pemerintah

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Edi Saptono mengatakan kesenian lengger ini sudah menjadi ikon Banyumas, khususnya Banyumas Kota Lama. Lengger bahkan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2019.

Konsekuensinya, lengger akan selalu digiatkan untuk menjaga kelestarian budaya yang dimiliki Banyumas. Di antara semangat untuk melestarikan tari ini, di Banyumas Kota Lama terdapat sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang fokus pada jurusan kesenian salah satunya seni tari.

Dari pendataan Dinporabudpar tahun 2020, terdapat 34 sanggar tari yang masih aktif. Kelompok itu tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas.

"Ada yang periodik, April sampai Desember saja ada. Baru bulan ini (Juni) tidak full. Setiap malam Minggu kita tampilkan seni budaya termasuk didalamnya lengger," tuturnya.

Baca juga: Korban Hanya Mengenakan Celana Pendek Saat Terjatuh dari Apartemen

Baca juga: Resmikan Kampus Politeknik GUSDURian Banyumas, Moeldoko Tekankan Pendidikan Berkarakter

Baca juga: Wali Kota Hendrar Prihadi Sekaligus Alumnus Menyapa Mahasiswa Baru FEB Unika Soegijapranata

Meski sudah jarang ditemui di masyarakat, Lengger masih sering ditampilkan dalam acara-acara pemerintahan untuk menghibur tamu undangan. Lengger bahkan ditampilkan dalam kegiatan mancanegara.

Upaya pelestarian lengger dilakukan melalui pendataan administratif terkait eksistensi kesenian itu. Secara periodik lengger dari berbagai sanggar di Banyumas juga akan diberikan kesempatan untuk tampil dalam pertunjukan.

"Lengger di kampung juga kita pakai dalam sebuah pertunjukan dan mereka mendapatkan honor," ungkap Kabid Edi.

Di sisi lain ia mengapresiasi Rene Lyslof yang ingin memberikan arsip kesenian miliknya kepada Banyumas. Tidak sulit bagi pihaknya untuk mengamankan dan merawat arsip itu karena ada dinas yang khusus menangani arsip daerah, yakni Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah. (ima)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved