Berita Kudus

Pendapatan Daerah Tambah Jadi Rp 51 Miliar Tahun Ini di Kudus, DPRD Saran Ini Kepada Bupati Hartopo

Bupati Kudus diminta bisa mencari celah pendapatan daerah lainnya yang sampai saat ini dimungkinkan belum tergali potensi pendapatannya.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kudus Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2022, Jumat (2/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pendapatan Daerah Kabupaten Kudus pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 direncanakan bertambah Rp 51,2 miliar.

Jumlah ini meningkat 2,60 persen dari Rp 1,966 miliar menjadi Rp 2,018 miliar. 

Meningkatnya pendapatan daerah diikuti naiknya pendapatan asli daerah (PAD) Rp 12,9 miliar atau 3,39 persen, pendapatan transfer meningkat Rp 33,750 miliar atau 2,13 persen dari Rp 1,584 triliun menjadi Rp 1,618 triliun

Baca juga: Jersey dan Skuad Persiku Kudus Resmi Diluncurkan, Diharapkan Lolos ke Liga 2

Baca juga: Bupati Kudus Targetkan Pengadaan Tanah SIHT Tuntas Bulan Depan‎

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kudus, Dedhy Prayoga berharap, Bupati Kudus bisa mencari celah pendapatan daerah lainnya yang sampai saat ini dimungkinkan belum tergali potensi pendapatannya.

Sehingga di tahun-tahun selanjutnya, APBD Kabupaten Kudus akan semakin besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kudus.

"Dari Ranperda Perubahan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2022, Bupati juga meningkatkan belanja daerah menjadi Rp 2,55 triliun."

"Belanja tidak terduga naik Rp 4,704 miliar menjadi Rp 16,037 miliar, serta belanja transfer meningkat Rp 5,253 miliar menjadi Rp 268,233 miliar," terang Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kudus ini kepada Tribunjateng.com, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Puluhan Relawan BPBD Kudus Pungut Sampah di Sungai Gelis

Baca juga: Temuan BPK, LPJ KONI Kudus Bermasalah, Harus Kembalikan Uang Rp 130 Juta

Terpisah, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, Pemkab Kudus bakal berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Seperti dengan melakukan kajian terkait potensi sumber-sumber pendapatan asli daerah.

Selain itu, pihaknya juga bakal meningkatkan manajemen pengelolaan pajak daerah secara terencana, terorganisir, disertai monitoring dan evaluasi yang ketat.

Sehingga, hasil dari pajak sebagai pendataan aktif daerah diharapkan bisa maksimal.

"Kami juga menjalin kerja sama dengan semua elemen."

"Seperti kerja sama dengan Bank Jateng untuk mengoptimalkan pendapatan daerah."

"Yaitu dengan memasang alat tapping box guna merekam transaksi pajak daerah, supaya lebih transparan dan akuntabel," terangnya. (*)

Baca juga: Pasar Johar Semarang Bersertifikat SNI, Apa Tolak Ukurnya?

Baca juga: Hasil Manis Debut Luis Milla di Persib Bandung, Kalahkan RANS Nusantara FC, Skor Berakhir 2-1

Baca juga: Siapa Sosok Pengganti Jacksen F Tiago di Persis Solo? Kaesang Pangarep: Sabar Dulu

Baca juga: Gudang Kain Kassa di Buaran Pekalongan Terbakar, Seusai Afif Cek Paket Barang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved