Berita Karanganyar

Ini Penyebab Masih Tingginya DBD di Karanganyar, Sudah Ada 707 Kasus

Musim hujan yang diselingi dengan musim panas cenderung mempercepat perkembangan jentik nyamuk Aides aigepty.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Karanganyar, Warsito. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - DKK Karanganyar mencatat ada 707 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari awal hingga minggu ke-34 tahun ini.

Dari 707 kasus DBD, Kecamatan Karanganyar menjadi wilayah yang paling banyak yakni 170 kasus.

Dari keseluruhan jumlah kasus DBD di Kabupaten Karanganyar, tercatat ada 8 kematian akibat DBD yang tersebar di Kecamatan Karanganyar, Tasikmadu, Jaten, Colomadu, dan Jumantono.

Baca juga: Viral, Kecelakaan Mobil Tabrak Kendaraan Parkir di Karanganyar Terekam CCTV

Baca juga: Realisasi Pajak PBB P-2 di Karanganyar Baru 58 Persen, Bisakah Capai Target Tahun Ini?

Angka kematian paling banyak terjadi di Kecamatan Tasikmadu dengan 3 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Karanganyar, Warsito menyampaikan, adanya kenaikan kasus tersebut tergantung dengan musim.

Dia mencontohkan, musim hujan yang diselingi dengan musim panas cenderung mempercepat perkembangan jentik nyamuk Aides aigepty.

Sehingga dengan begitu, risiko penularan kasus juga mengalami peningkatan.

"Tapi kalau saat ini sudah mulai kemarau di Karanganyar."

"Jadi kasus mulai ada penurunan," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Antrean Tampak di SPBU Karanganyar Jelang Kenaikan Harga Pertalite, Solar dan Pertamax

Baca juga: KPU Karanganyar: Temuan Paling Banyak Ganda Eksternal

Kendati demikian, pihaknya menekankan kepada masyarakat supaya tidak lengah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Khususnya di desa yang termasuk dalam desa endemis DBD.

Warsito menuturkan, biasanya masyarakat giat melakukan PSN apabila kasus DBD mengalami peningkatan.

Akan tetapi ketika kasus DBD mengalami penurunan cenderung masyarakat lengah.

"Tetap utamakan gerakan PSN tilik tonggo itu, dihidupkan terus."

"Jadi jangan sampai lengah walaupun kasus tidak ada atau turun," terangnya. (*)

Baca juga: Kantor BCA Finance Kudus Digeruduk Massa, Ada Apakah?

Baca juga: Viral Hadiah Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup 2022 Rp 50 Ribu di Pekalongan, Ini Penjelasannya

Baca juga: Cegah Stunting dan Masalah Kesehatan Ibu Hamil di Boyolali, Pertamina Jalankan Program ‘YOK PEKA’

Baca juga: Pebalap Astra Honda Mengharumkan Nama Indonesia di Thailand Talent Cup

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved