Berita Kudus

Ketua RT dan RW Dapat Jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan

Perangkat desa di Kabupaten Kudus tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, kepesertaan juga mencakup sampai ketua RT dan RW.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo menyerahkan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Ketua RW di Desa Colo, Kudus, Kamis (8/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perangkat desa di Kabupaten Kudus tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, kepesertaan juga mencakup sampai ketua RT dan RW.

Program ini mulai digalakkan sejak 2022. Hal itu berdasarkan Perbup Kudus Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBDes Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan regulasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus mengikutsertakan pegawai pemerintah non-ASN terutama BPD, Ketua RT, dan Ketua RW dalam program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian pada BPJS Ketenagakerjaan.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, program tersebut sengaja menyasar sampai tataran pemerintahan yang terendah. Hal itu untuk menjamin Ketua RT, RW, sampai perangkat desa dalam mendapatkan jaminan sosial.

Sebagai bentuk konkret pelaksanaan program tersebut, Hartopo menyerahkan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris seorang Ketua RW di Desa Colo, Kecamatan Dawe bernama Eko Setyono pada Kamis 8 September 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Hartopo berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang terus bersinergi dengan Pemkab Kudus. Pihaknya menyebut program ini bisa menjadi percontohan dalam menjamin perangkat desa dengan asuransi sosial. Jaminan itu, menurutnya bisa mendukung keberlanjutan hidup ahli waris dan mengawal masa depan keluarga.

"Program ini bisa menjadi proyek percontohan dalam penjaminan sosial perangkat desa," kata Hartopo.

Ahli waris Eko Setyono, Ufi Saiful Ulum (30) berterima kasih atas kepedulian bupati dan BPJS Ketenagakerjaan kepada ayahnya sebagai Ketua RW. Sebagai anak, dirinya masih berduka atas kematian ayahnya akibat sakit yang diderita selama beberapa tahun terakhir. Sementara ibunya menderita stroke.

"Terima kasih Pak Bupati atas bantuannya. Semoga dapat bermanfaat bagi keluarga," ucapnya.

Kemudian Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus Muhammad Riadh menyampaikan, almarhum Eko Setyono mendapatkan dua jaminan sosial sebagai guru di MI Thoriqus Sadiyah sekaligus ketua RW 1 Desa Colo. Sehingga santunan yang diserahkan sejumlah Rp 84 juta.

"Ahli waris mendapatkan dua jaminan masing-masing sebesar Rp 42 juta. Sehingga total santunan yang diberikan sejumlah Rp 84 juta," katanya. (*)

Baca juga: AKBP Dalizon: Tiap Bulan Saya Setor 300 Sampai 500 Juta ke Atasan, Bila Telat Ditagih via WA

Baca juga: WA WhatsApp Bisa Buat Lacak HP yang Hilang, Begini Caranya

Baca juga: Curhat Yuki Kato ke Cinta Laura, Sering Insecure Gegara Hal Ini

Baca juga: BLT BBM di Kota Tegal Mulai Disalurkan, Warga Merasa Terbantu 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved