Guru Berkarya
Penerapan Permainan Cari Jejak Tingkatkan Hasil Belajar IPA
Literasi saat ini telah menjadi salah satu kompetensi atas keberhasilan penerapan suatu kurikulum.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Erni Andriani, S.Pd., Guru SDN 03 Cikendung, Pemalang
Arah kebijakan Kemendikbud kini mempunyai slogan Merdeka Belajar.
Salah satu kebijakannya adalah menitikberatkan kepada siswa untuk memiliki kemampuan menalar menggunakan literasi dan matematika.
Asesmennya mengacu pada asesmen internasional PISA dan TIMSS.
Kebijakan ini perlu diwujudkan oleh guru sebagai penggerak roda depan pendidikan.
Upaya pertama yang dapat dilakukan adalah menciptakan lingkungan belajar yang mengarahkan siswa untuk dapat berpikir terstruktur,kritis, dan logis.
Literasi saat ini telah menjadi salah satu kompetensi atas keberhasilan penerapan suatu kurikulum. Kompetensi literasi dibentuk atas 3 tahapan, yaitu: mengetahui, memahami dan memaknai (Kemdikbud, 2017).
Penerapan kompetensi literasi pun tidak hanya terbatas pada mata pelajaran tertentu saja seperti bahasa, namun juga dapat merambah mata pelajaran lain yang bersifat saintifik.
Kompetensi literasi yang bersifat saintifik inilah yang kemudian disebut dengan literasi sains.
Saat ini, mata pelajaran IPA masih menjadi salah satu mata pelajaran yang kurang digemari oleh siswa.
Salah satu penyebabnya adalah terdapat beberapa konsep abstrak yang sulit untuk dipahamisiswa.
Ditambah lagi apabila konsep abstrak tersebut hanya dibelajarkan menggunakan cara pembelajaran konvensional.
Hasil belajar IPA materi kelas VI Tema 4 “Globalisasi” dengan muatan pelajaran IPA KD 3.6 Menjelaskan cara menghasilkan, menyalurkan dan menghemat energi listrik, serta KD 4.6 Menyajikan karya tentang berbagai cara penghematan energi dan usulan sumber alternatif energi listrik masih sangat rendah.
Siswa kelas VI SD Negeri 03 Cikendung sebanyak 30 siswa dengan rincian 19 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan, hanya 46 persen yang tuntas KKM.
Berdasarkan hasil observasi dan analisis hasil belajar dapat diketahui bahwa kompetensi literasi sains siswa masih tergolong rendah.