Beacukai tanjung emas

Bea Cukai kembali Gagalkan Penyelundupan 3,5 Kg Narkoba dalam Kaligrafi

Semua Barang bukti dan penerima barang saat ini telah diserahterimakan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah kembali gagalkan penyelundupan 3,5 kg narkoba jenis Methamphetamine (sabu) dengan modus barang kiriman yang di 

TRIBUNJATENG.COM - Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah kembali gagalkan penyelundupan 3,5 kg narkoba jenis Methamphetamine (sabu) dengan modus barang kiriman yang disembunyikan di dalam 4 bingkai pigura kaligrafi, Kamis (01/09/2022).

Penggagalan penyelundupan melalui barang kiriman ini merupakan hasil dari sinergi yang telah dibangun bersama, seperti yang disampaikan Kepala Kantor KPPBC TMP Tanjung Emas, Anton Martin.

“Kami terus upayakan sinergi bersama antara Bea Cukai Tanjung Emas, Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah sebagai bukti nyata kinerja positif Bea Cukai dalam menekan masuknya Narkoba ke wilayah Indonesia," ungkap Anton.

Kronologi kejadian pada hari Kamis, 1 September 2022, Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang kiriman impor dari pekerja migran Indonesia di Gudang JKS Logistic Semarang. Berdasarkan analisa image x-ray oleh tim CNT KPPBC TMP Tanjung Emas serta pelacakan oleh Tim K9 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY didampingi oleh pihak JKS dilakukan pemeriksaan atas 2 (dua) barang kiriman asal Malaysia dengan tujuan penerima Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil DJBC Jawa Tengah B
Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah kembali gagalkan penyelundupan 3,5 kg narkoba jenis Methamphetamine (sabu) dengan modus barang kiriman yang di

Dari hasil pemeriksaan atas barang kiriman dimaksud kedapatan 2 (dua) koli barang kiriman kargo laut barang pindahan yang masing-masing didalamnya kedapatan 2 (dua) pigura kaligrafi.

Total kedapatan 4 pigura kaligrafi yang didalam sisi-sisi bingkainya berisi barang berupa serbuk kristal seberat 3,5 kg.

Setelah dilakukan pengujian testkit Narkoba bersama Petugas unit opsnal Ditresnarkoba Polda Jateng serta uji laboratorium BLBC Tanjung Emas didapati hasil positif Methamphetamine.

Selanjutnya Bea Cukai Tanjung Emas dan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah melakukan kegiatan Controlled Delivery untuk mengungkap kepemilikan barang bukti tersebut.

Dari kegiatan tersebut, Senin 5 September 2022, 3 tersangka inisial HS, UK dan KK berhasil diamankan di daerah Nganjuk dan Tulungagung.

Semua Barang bukti dan penerima barang saat ini telah diserahterimakan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah.

“Kami telah menerima barang bukti sebanyak 3,5 kg narkoba jenis Methamphetamine dan mengamankan 3 tersangka inisial HS, UK, dan KK," terang Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian.

Penggagalan penyelundupan Methampetamine melalui barang kiriman ini diperkirakan menyelamatkan belasan ribu nyawa anak bangsa dengan asumsi 1 gramnya dikonsumsi oleh 4-5 orang.

“Penyelundupan narkoba jenis sabu ini harus kita tangani secara serius, Bea Cukai Tanjung Emas terus mengoptimalkan peran sebagai garda terdepan dalam mengawasi masuknya barang-barang berbahaya ke wilayah Indonesia," imbuh Anton. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved