Berita Kriminal

Guru SD Nyambi Jadi Germo, Jual Anak di Bawah Umur untuk Pria Hidung Belang

Seorang guru SD di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu 'nyambi' menjadi germo untuk mendapat tambahan penghasilan.

Editor: rival al manaf
WARTA KOTA/PANJI BHASKARA RAMADHAN
Ilustrasi germo 

TRIBUNJATENG.COM, BENGKULU - Seorang guru SD di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu 'nyambi' menjadi germo untuk mendapat tambahan penghasilan.

Namun pekerjaan sampingan itu justru membuatnya terancam kehilangan pekerjaan utama setelah pria berinisial SA (54) itu ditangkap polisi.

IaWarga Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong itu diringkus Tim 45 Satreskrim Polres Rejang Lebong karena diduga menjadi germo dalam kasus prostitusi anak di bawah umur.

Baca juga: Festival Kota Lama Semarang Tampilkan Fashion Heritage

Baca juga: Seorang Ibu Menyusui Bayi Sembari Dipasung di Rumah Mertua, Alasannya Diduga Alami Gangguan Jiwa

Baca juga: Ungkap Rasa Syukur, Warga Desa Bangetan Gelar Festival Jerami

"Selain itu kita juga mengamankan TA (55) seorang petani, ia merupakan pengguna jasa, warga Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan dalam konferensi pers, pada Jumat (16/9/2022).

Kasus ini terungkap, saat pihak kepolisian melakukan penyelidikan dari informasi masyarakat adanya dugaan prostitusi di kawasan Kecamata Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong.

Usai melakukan serangkaian penyelidikan lebih lanjut, polisi mengetahui identitas pelaku.

Kemudian, pada Kamis (15/9/2022) polisi langsung melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara.

Saat digerebek, polisi mendapati korban dan pelaku TA sedang berada dalam ruangan.

Lalu keduanya diamankan dan polisi juga langsung mengamankan germonya berinisial SA beserta uang transaksi sebesar Rp 120.000.

 Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan, perbuatan SA itu sudah dilakukannya sejak April 2022 lalu.

"Dalam menjalani aksinya pelaku mendapatkan keuntungan dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000," ujarnya.

Dari keterangan tersangka, usai diperiksa oleh polisi Pelaku SA menyediakan tempat 2 kamar di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong untuk dijadikan tempat prostitusi.

Pengunjung atau pengguna jasa prostitusi nanti datang ke rumah tersebut, untuk melakukan negosiasi harga.

Lalu, pelaku pun menghubungi korban untuk melakukan tindakkan prostitusi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved