Berita Karanganyar

Dishub Karanganyar Lakukan Pendataan Ojek dan Sopir Angkutan

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karanganyar telah melakukan pendataan terhadap sejumlah tukang ojek pangkalan, ojek online dan sopir angkut

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Angkutan melintas di Jalan Lawu Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karanganyar telah melakukan pendataan terhadap sejumlah tukang ojek pangkalan, ojek online dan sopir angkutan.

Kabid Lalu Lintas Dishub Karanganyar, Bambang Prasetyo menyampaikan, pendataan terhadap ojek dan sopir angkutan telah dilakukan sejak dua minggu lalu.

Data tersebut telah diserahkan kepada pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) pada Rabu (14/9/2022). Pendataan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi Tahun 2022.

"Kita diminta melakukan pendataan, sasaran pelaku transportasi. Ojek konvensional, kita data lewat terminal-terminal. kalau Ojol, kita menyasar komunitas, kan ada itu komunitasnya.

Kita ambil domisili yang Karanganyar. Kemarin terkumpul 600-an orang. Kalau angkutan, dari koperasi kita data ada 800-an," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (20/9/2022).

Dia menuturkan, Dishub dalam hal ini hanya melakukan pendataan saja. Sehingga manakala ada kebijakan terkait adanya bantuan, lanjutnya, sasaran penerima bantuan telah terdata. Data yang telah diperoleh tersebut nantinya juga akan diverifikasi kembali supaya tidak ada tumpang tindih data penerima bantuan.

"Kita hanya pelaksana, waktu mendata kita juga tidak (menyampaikan), ini mau ada bantuan, tidak. Kita diminta mendata, seandainya nanti ada kebijakan, kita diminta data, data itu kita serahkan," terangnya.

Sebelumnya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, Pemda menyiapkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak dengan adanya kenaikan BBM.

"Kita data yang benar-benar terdampak. Menyisir yang belum dapat bantuan (dari pemerintah pusat)," jelasnya. (Ais).

Baca juga: Mengenal Ketua Bawaslu Batang, Mahbrur : Pengalaman Pemilu 2019 jadi Acuan Pemilu 2024 Bersih

Baca juga: WOW! 21.843 Pelanggar Lalu Lintas di Jepara Terjaring ETLE

Baca juga: Siap-siap Pemilu 2024, Bawaslu Kudus Pelototi ASN Agar Tetap Netral

Baca juga: Kelompok Tani Muda Kalimanah Wetan Manfaatkan Limbah Pertanian dan Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved