Berita Slawi

Suspriyanti Gempur Rokok Ilegal Lewat Talkshow Radio

Sosialisasi rokok ilegal menyasar di tujuh kecamatan, kepada sekitar 350 orang yang berasal dari pedagang dan pelaku UMKM.

dok. Diskominfo Kabupaten Tegal
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Suspriyanti (kanan), didampingi Fungsional Administrator Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Alim Syarifudin (tengah), saat menjadi narasumber pada talk show Bincang Kreatif Radio Slawi FM, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Gempur rokok ilegal, merupakan slogan dari Bea Cukai sebagai wujud komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal, dan pengamanan penerimaan negara.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Suspriyanti, dalam talk show Bincang Kreatif Radio Slawi FM, Selasa (20/9/2022). 

Upaya yang dilakukan untuk menuntaskan masalah rokok ilegal ini, dikatakan Suspriyanti salah satunya lewat Dana Anggaran Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang peruntukannya untuk sosialisasi. 

Dari tahun 2020 sampai 2021, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Tegal mengadakan sosialisasi tentang Gempur Rokok Ilegal kepada pedagang pasar. 

Baca juga: Ketua DPRD Kudus, Masan: Perangi Terus Rokok Ilegal

Sementara tahun 2022 ini, Dinas Koperasi, UMKM juga mengadakan sosialisasi di tujuh kecamatan, menyasar sekitar 350 orang yang di antaranya pelaku UMKM dan pedagang pasar.  

"Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan materi tentang ekspor dan impor yang  sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM. Karena 60 persen dari pelaku UMKM ini, bisa meningkatkan petumbuhan ekonomi mereka," jelas Suspriyanti, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (20/9/2022). 

Suspriyanti menegaskan, bahwa dana DBHCHT tidak bisa digunakan sembarangan atau seenaknya. 

Dimana peruntukannya meningkatkan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan cukai, dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

"Saya berharap semua pelaku UMKM bisa memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk memajukan usahanya. Hal tersebut, bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 60 persen sehingga menambah omzet,  orderan, dan juga bisa mengurangi penggangguran,” harap Suspriyanti.

Baca juga: Pengiriman 8 Ribu Rokok Ilegal Digagalkan, Bea Cukai Kudus: Hendak Dikirim Via Jasa Ekspedisi

Fungsional Administrator Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Alim Syarifudin, mengungkapkan sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 7 tahun 2021, Dinas Kesehatan diamanahi 40 persen dari total dana DBHCHT yang ada di Kabupaten Tegal.

Alim juga mengatakan, Dinas Kesehatan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kewajiban pola hidup sehat, baik untuk promotif, presentif, maupun sarana dan prasarana. 

Dana dari DBHCJD ini, menurut Alim sangat bermanfaat dalam rangka menyiapkan sarana dan prasarana di bidang non fisik yaitu penyuluhan. 

Adapun kegiatan penyuluhan sudah dilaksanakan di tujuh kecamatan yaitu Kecamatan Adiwerna, Talang, Dukuhturi, Slawi, Kramat, Bojong, dan Balapulang dengan waktu pelaksanaan bergilir. 

"Peserta pada sosialisasi ini sebanyak 50 orang per kecamatan, sehingga total ada 350 orang yang berpartisipasi.  Peserta berasal dari pelaku UMKM, perangkat kecamatan, dan pedagang yang berada di sekitar kecamatan," imbuh Alim. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved