Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Rusia Akan Kirim Lagi 300 Ribu Tentara Cadangan ke Ukraina

Rusia akan mengirim 300.000 tentara cadangan untuk mendukung pasuklan  militernya yang sudah lebih dulu ditempatkan di Ukraina.

Tayang:
Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), dan Panglima Angkatan Laut Rusia, Laksamana Nikolai Yevmenov (kanan) menghadiri parade Hari Angkatan Laut di St.Petersburg pada 25 Juli 2021. 

TRIBUNJATENG.COM - Rusia tetap akan melanjutkan invasi militernya di Ukraina meski 5.000 lebih pasukannya telah tewas di sana sejak awal konflik saat invasi digelar pada 27 Februari 2022 lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengirim 300.000 tentara cadangan untuk mendukung pasukan militernya yang sudah lebih dulu ditempatkan di Ukraina.

Kabar tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu pada Rabu (21/9/2022) dalam sambutan yang disiarkan televisi.

Baca juga: Keputusan UEFA Tak Bisa Dinego Lagi, Timnas Rusia Dilarang Ikuti Euro 2024


Melansir Reuters, dalam pembaruan pertama Moskow tentang jumlah korban dalam hampir enam bulan berlangsungnya perang, Shoigu mengatakan 5.937 tentara Rusia telah tewas sejak awal konflik.

Presiden Vladimir Putin telah memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia Kedua dalam pidato televisi, dengan mengatakan bahwa tenaga tambahan diperlukan untuk memenangkan perang tidak hanya melawan Ukraina tetapi juga para pendukung Baratnya.


Shoigu menepis pernyataan Kyiv dan Barat bahwa Rusia telah menderita kerugian besar dalam konflik tujuh bulan.

Dia mengatakan 90 persen tentara Rusia yang terluka telah kembali ke garis depan.

Ini adalah pertama kalinya Rusia memberikan angka kematian resmi sejak 25 Maret, ketika dikatakan 1.351 prajurit tewas.

Pentagon AS mengatakan pada bulan Agustus bahwa mereka meyakini, jumlah personel pasukan Rusia yang tewas atau terluka berkisar antara 70.000 dan 80.000 personel.

Pada bulan Juli, Pentagon memperkirakan korban tewas Rusia sekitar 15.000. Shoigu mengatakan Rusia memiliki 25 juta pejuang potensial yang tersedia.

 
Keputusan yang diterbitkan di situs web Kremlin mengatakan bahwa panggilan itu hanya akan berlaku untuk pasukan cadangan dengan pengalaman militer sebelumnya.

Shoigu mengatakan ini berarti sekitar 300.000 orang.

Dia mengatakan mereka akan diberikan pelatihan tambahan sebelum dikerahkan ke Ukraina, dan mereka tidak akan menyertakan siswa atau mereka yang saat ini bertugas sebagai wajib militer. 

"Ini benar-benar mereka yang telah bertugas, memiliki spesialisasi militer, yaitu, spesialisasi yang dibutuhkan saat ini di Angkatan Bersenjata, yang memiliki pengalaman tempur," paparnya.

"Mereka yang bertugas di bawah wajib militer - itu juga tidak berlaku untuk mereka.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved