Breaking News:

Berita Kriminal

Aksi Heroik Dalam Duel Polisi vs Pencuri Ternak, Pelaku Awalnya Alasan Ingin BAB Minta Lepas Borgol

Duel polisi dengan pencuri ternak terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Editor: rival al manaf
ISTIMEWA
ILUSTRASI - Salah satu personel TNI asal Kediri Jawa Timur (Jatim) yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rabu (29/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SUMBA - Duel polisi dengan pencuri ternak terjadi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Seorang pencuri bernama Hina Jangga Kadu alias Hina, berhasil dilumpuhkan setelah ia sempat merebut pisau dari polisi.

Tepat sebelum menusukan pisau tersebut Hina ditembak kakinya dan tergeletak.

Baca juga: Ini Pesan Menpan RB Dalam Silaturahmi Nasional Majelis Alumni IPNU 2022 di Blora

Baca juga: Tabahnya Pria di Berau Hindari Pertumpahan Darah saat Tahu Istrinya Dihamili Kakek

Baca juga: PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip Untuk Gelaran Indonesia International Series 2022

Baca juga: Kronologi Dua Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Khayangan Wonogiri, Bermula dari Mancing

"Tindakan tegas dan terukur terhadap salah satu pelaku pencurian ternak, karena melawan petugas saat diamankan kemarin," ujar Kepala Kepolisian Resor Sumba Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fajar Widyadharma Lukman, kepada Kompas.com, Minggu (25/9/2022).

Fajar menuturkan, kejadian itu bermula ketika anggota Buser Polres Sumba Timur, dalam perjalanan membawa tersangka Hina, Banju dan Palla menuju Matawai Maringu, Kabupaten Sumba Timur.

Polisi hendak mengembangkan penanganan kasus pencurian ternak untuk mencari pelaku lain.

"Anggota kita mau mencari keberadaan tersangka Mesak dan Ndeha, yang merupakan anggota komplotan pencurian ternak," kata Fajar.

Saat tiba di Padang Kotakawau, Hina mengaku perutnya sakit sehingga ingin buang hajat, sehingga polisi memberi izin.

Polisi pun membawanya dari mobil yang berjarak sekitar 7 meter.

Saat itu, Hina meminta polisi untuk membuka borgolnya, dengan alasan hendak membersihkan kotoran di tubuhnya.

Setelah borgol dibuka, Hina berdiri dan memeluk Kanit Buser Polres Sumba Timur Bripka Christovel Tubulau S.

Hina berusaha merampas pisau miliknya yang sebelumnya diamankan dan disimpan di pinggang sang polisi.

"Pelaku ini berhasil merebut pisau dari Kanit Buser sehingga anggota ini pun mundur," ungkap Fajar.

Melihat itu, polisi kemudian mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali sambil berteriak agar Hina membuang pisau.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved