Berita Kudus

Pangkas Rantai Distribusi, Petani Tembakau Madura Ingin Bisa Jual Langsung ke Pabrik

Petani tembakau di Madura ingin rantai distribusi tembakau dipangkas agar petani bisa langsung menjual ke pabrik.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/Rifqi Ghozali
Abdul Bari, Wakil Ketua Pelopor Paguyuban Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Petani tembakau di Madura ingin rantai distribusi tembakau dipangkas agar petani bisa langsung menjual ke pihak pabrik.

Dengan begitu, petani tidak dirugikan oleh oknum yang bisa memainkan harga tembakau.

Wakil Ketua Pelopor Paguyuban Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), Abdul Bari, mengatakan, dari informasi dan data yang dia terima sedianya tembakau dari Madura mampu memenuhi 35 persen kebutuhan perusahaan. Sisanya tembakau dari luar Madura.

Menurut Bari, 35 persen merupakan angka besar. Namun pada kenyataannya akhir-akhir ini para petani tembakau di Madura tidak bisa menjadikan komoditas hasil pertanian berupa tembakau sebagai jaminan hidup.

Baca juga: Klaim Mampu Dongkrak Harga TBS di Tingkat Petani Sawit, Mendag Kini Upayakan Dongkrak Harga Tembakau

"Sebenarnya kalau permintaan perusahaan cukup besar, karena ada oknum yang melakukan permainan sehingga kadang-kadang tembakau punya petani dibeli murah khawatir tidak terserap," kata Bari saat di pabrik rokok PT Djarum di Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus, Rabu (28/9/2022).

Dulu, kata Bari, para petani tembakau di Madura menyandarkan kebutuhan kepada hasil panen tembakau. Misalnya untuk biaya anak untuk melanjutkan pendidikan, orang Madura dulu mengandalkan hasil tembakau. Namun kini tembakau tidak lagi bisa jadi jaminan.

Dalam kesempatan itu pihaknya bertemu dengan pihak perusahaan PT Djarum termasuk Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Hasil dari pertemuan itu diharapkan ada solusi dan petani tembakau di Madura kembali mendapat kejayaannya.

Dalam pertemuan itu, kata Bari, pihak perusahaan tidak menyebutkan berapa besaran harga tembakau yang dibeli. Meski demikian, dia berharap para petani bisa langsung menjual pada perusahaan, agar tidak merugi karena ada beberapa rantai distribusi yang harus dilalui.

Baca juga: Polisi Buru Dalang Pembakaran Truk Bermuatan Tembakau di Madura 

"Harapan kami bisa menjual langsung ke perusahaan supaya petani tidak dirugikan," katanya.

Pada 2022 ini, kata Bari, harga tembakau di Madura lumayan. Kisarannya antara Rp 48 ribu sampai Rp 52 ribu harga untuk satu kilogram tembakau rajang kering.

Sementara pihaknya di P4TM sudah membeli sekitar 25 ribu bal. Per bal kisaran 40 kilogram. Tembakau dari pihaknya yang dibeli dari petani itu harapannya bisa langsung menyuplai kebutuhan perusahaan rokok.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved