Berita Banyumas
Mengenal Corak Batik Asli Banyumas di Galeri Batik Hadipriyanto, Sudah Ada Sejak Tahun 1957
Berlokasi di Jalan Mruyung, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Batik Hadipriyanto sudah terkenal dengan aneka Batik Banyumasan
Penulis: Imah Masitoh | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Batik menjadi kekayaan Indonesia yang sudah diakui dunia.
Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki corak batik yang menjadi ikon dari daerah tersebut.
Seperti halnya di Banyumas memiliki corak batik yang menjadi identitas daerahnya.
Berbagai macam jenis batik Banyumas bisa ditemui di Galeri Batik Hadipriyanto.
Baca juga: Alasan Gibran Tidak Blusukan di Solo Dalam 2 Bulan Terakhir: Tensi Warga Lagi Tinggi
Baca juga: Soal SMKN 1 Karangjambu, Ganjar Cerita Sampai Ada yang Mengancamnya: Saya Viralkan Lho Pak
Berlokasi di Jalan Mruyung, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Batik Hadipriyanto sudah terkenal dengan aneka Batik Banyumasan.
Merupakan warisan keluarga yang sudah turun temurun sejak tahun 1957 ada di Banyumas, Batik Hadipriyanto masih eksis hingga sekarang.
"Saya turunan ke tiga, jadi pertama mbah saya, lalu ayah saya, mereka dulunya asli pembatik.
"Awalnya dulu di Bobotsari, lalu ada di Purwokerto, dan di Banyumas dari tahun 1957," ungkap Slamet Hadipriyanto.
Di tengah modifikasi batik yang bermacam-macam saat ini, Batik Hadipriyanto masih tetap melestarikan pakem batik Banyumasan.
Beberapa batik Banyumas yang terkenal seperti Jahe Srimpang, Gandasubrata, Serayon, Lumbon, dan Pring Sedapur.
Batik Banyumas ini masuk dalam kategori aliran pedalaman atau aliran klasik.
Batik aliran pedalaman ini memiliki warna dominan gelap seperti daerah Jogja dan Solo.
Berbeda dengan batik Pekalongan dan Cirebon yang memiliki warna-warna yang cerah.
"Batik Banyumas ngikutin dari Keraton Solo. Terlihat dari motif kebanyakan mirip dari Solo," ucap Slamet.
Orang dapat membedakan Batik Banyumas dengan Batik daerah lain yakni dengan hanya melihat logatnya bukan motifnya.
Batik Banyumas memiliki logat yang lebih muncul atau tegas dibandingkan dengan batik daerah lain yang lebih samar-samar.
Hal ini menggambarkan identitas masyarakat Banyumas yang cablaka atau apa adanya dan blak-blakan.