Kabupaten Pekalongan

Kesaksian Warga Saat Jembatan Jagung Pekalongan Amblas, Nur Intan Dengar Suara Brugggg

Sekda Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait ambrolnya pondasi Jembatan Jagung.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Anggota Satlantas Polres Pekalongan mengecek dan memberikan poster imbauan mengenai Jembatan Jagung yang ambrol, Minggu (2/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pondasi Jembatan Jagung, Jalan Provinsi Jawa Tengah penghubung Kabupaten Pekalongan- Kabupaten Pemalang, Sabtu (1/10/2022) malam, ambrol.

Akibatnya, akses jalan provinsi Kajen-Kesesi yang juga menghubungkan ke Kabupaten Pemalang, ditutup sementara.

Pondasi Jembatan Jagung yang ambrol berada di sisi timur terjadi sekira pukul 18.30.

Baca juga: Polisi Temukan Bekas Proyektil di Lokasi Teror Kasus Penembakan di Pekalongan

"Saya saat itu sedang berbenah barang dagangan, namun tiba tiba ada suara keras kreeeettteek, lalu brungggg."

"Saya kira pohon ambruk, setelah saya cek ternyata pondasi jembatan di bagian utara ambrol," kata Nur Intan (38) warga RT 01 RW 01, Dukuh Gumanti, Desa Kutorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan itu kepada Tribunjateng.com, Minggu (2/10/2022).

Saat kejadian, di tengah Jembatan Jagung ada bus AKAP.

Mengetahui hal tersebut, dia bersama suaminya berlari menghentikan bus.

Namun pada saat disuruh mundur, di belakang bus sudah banyak kendaraan sehingga tidak bisa.

"Terpaksa bus diminta melaju cepat, namun melewati bagian sisi selatan jembatan."

"Setelah bus lewat, pondasi bagian selatan juga ikut ambrol."

"Kemudian saat itulah jembatan ditutup," imbuhnya.

Intan mengungkapkan, kemungkinan pondasi yang ambrol itu seusai pembukaan pintu Bendungan Gembiro.

Baca juga: BREAKING NEWS Malam Ini Pondasi Jembatan Jagung Kesesi Pekalongan Amblas, Arus Lalulintas Dialihkan

Baca juga: UPDATE : Pondasi Jembatan Jagung Amblas, Berikut Ini Jalur Alternatif Kajen-Kesesi Pekalongan

Itu diduga mengakibatkan arus sungai di jembatan tersebut cukup deras, sehingga bagian bawah pondasi ikut tergerus.

"Selain itu juga faktor usia jembatan tersebut sudah saatnya untuk dilakukan perbaikan," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved