Berita Pekalongan

Pondasi Jembatan Jagung Ambrol, DPU Bina Marga Provinsi Jateng: Butuh 3 Bulan untuk Perbaikan

Dinas DPU Bina Marga memperkirakan perbaikan jembatan Jagung selesai tiga bulan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Dinas DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah saat mengecek pondasi jembatan Jagung yang ambrol. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dinas DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah memperkirakan perbaikan jembatan Jagung selesai tiga bulan.

Hal tersebut, diungkapkan Sekretaris DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ali Huda saat meninjau pondasi jembatan Jagung yang ambrol, Minggu (2/10/2022).

"Jembatan Jagung tersebut milik Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, sehingga kewenangan ada di kita," ungkap Sekretaris DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Ali Huda.

Kejadian ini terjadi pada 1 Oktober 2022, sekitar pukul 18.30 WIB. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan, atas gerak cepatnya untuk mengamankan lalu lintas di sini

"Betul ini jembatan perlu ditutup karena, satu butuh evaluasi, apakah masih terjadi kemungkinan hal yang membahayakan dan untuk perencanaan penanganannya."

"Hari ini kita cek pandangan, sehingga besok langsung ada action dan intinya kami melakukan penanganan terlebih dahulu sedangkan perencanaan teknis sedang kami selesaikan," imbuhnya.

Jembatan Jagung, merupakan jembatan yang diakui sudah berumur. Jembatan dibangun sejak tahun 1970, dengan panjang 44 meter dan lebar 7 meter.

Menurutnya, pembangunan jembatan membutuhkan estimasi sekitar butuh tiga bulan.

Dinas DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah saat mengecek pondasi jembatan Jagung yang ambrol.
Dinas DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah saat mengecek pondasi jembatan Jagung yang ambrol. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

"Mudah-mudahan di satu bulan pertama kita bisa menyelesaikan dikonstruksi bawahnya. Kemudian untuk yang lainnya, tentu kami akan lakukan pengecekan," ujarnya.

Secara dilihat saat pengecekan, kondisi tanah karena gerakan akibat adanya tarikan arus air yang cepat dengan dibukanya Bendungan Gembiro.

"Bisa jadi ada kaitannya dengan itu. Nanti, biar teman-teman BBWS besok akan dikumpulkan Pemkab Pekalongan, nanti akan dikaji secara teknis terkait dengan kepentingan bagi masyarakat petani. Mudah-mudahan dicarikan dan disinergikan tidak ada yang terlalu sangat terganggu atas kejadian ini," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved