Kabupaten Semarang

Bupati Ngesti Nugraha: 2.600 Rumah Tak Layak Huni Butuh Penanganan Segera

Bupati Ngesti menjelaskan, hingga 2022 ini, terdapat perbaikan 3.628 RTLH bersumber dana dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jateng, dan Pemkab Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
PEMKAB SEMARANG
Danrem 073 Makutarama, Kol Inf Purnomosidi bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada salah satu warga di Dusun Kembang Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Warsini, yang rumah tak layak huninya selesai diperbaiki, Selasa (10/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menyebutkan bahwa masih ada 22 ribu rumah di Kabupaten Semarang yang termasuk dalam kategori Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Dari jumlah tersebut, terdapat sekira 2.600 rumah yang menurut Ngesti perlu penanganan segera.

Bupati menjelaskan, hingga 2022 ini, terdapat perbaikan 3.628 RTLH bersumber dana dari Pemerintah Pusat, Pemprov Jateng, dan Pemkab Semarang.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Pasar Bandarjo Ungaran, Pedagang: Tiga Hari Ini Sudah Rp 22 Ribu

Baca juga: Tekan Praktik Nakal Jukir, DPRD Kota Semarang Minta Parkir Elektronik Ditambah di Lokasi Wisata 

Baca juga: Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang Tahun Ini Ditarget Rp 2 Miliar, Berikut Kata Djarot Supriyoto

Baca juga: Cerita Korban Selamat Kecelakaan Maut Tol Bawen Ungaran, Impian Sholat di Masjid Agung Demak Sirna

Menurutnya, dukungan TNI dalam program RTLH sangat dibutuhkan dan sudah sangat membantu Pemkab Semarang.

Hal itu Ngesti ungkapkan ketika bersama Danrem 073 Makutarama, Kolonel Inf Purnomosidi menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada seorang warga di Dusun Kembang, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Warsini, yang rumah tak layak huninya selesai diperbaiki pada Selasa (4/10/2022).

“Dukungan TNI sangat membantu Pemkab Semarang menangani RTLH," kata Ngesti kepada Tribunjateng.com, Selasa (4/10/2022).

Kolonel Inf Purnomosidi menjelaskan, bakti sosial perbaikan RTLH itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-77 TNI yang jatuh pada 5 Oktober 2022. 

Dia menerangkan bahwa selain perbaikan rumah, penanganan gizi buruk dan stunting juga jadi bagian dalam programnya sebagai wujud kemanunggalan TNI.

“Kegiatan ini wujud kemanunggalan TNI dan rakyat yang harus terus dibina serta dilaksanakan."

"TNI juga siap membantu kesulitan masyarakat."

"Misalnya penanganan gizi buruk atau stunting," ungkapnya. (*)

Baca juga: Safin Pati FC Vs PSIR Rembang Digelar Akhir Pekan Ini, Pengumuman Resmi Asprov PSSI Jateng

Baca juga: DF Sengaja Campurkan Ganja ke Pakan Merpati, Demi Dapatkan Hadiah Kontes, Sudah Tiga Kali Juara

Baca juga: Happy Asmara Korban Pelecehan Seksual, Saat Remaja Sempat Mogok Manggung Karena Trauma

Baca juga: Cristiano Ronaldo Sudah Boleh Angkat Koper, Januari 2023 Tinggalkan Manchester United?

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved