Berita Ungaran

Kreasi Unik Muhadi, Peci Blangkon Batik Yang Bisa Dipakai Untuk Beragam Acara 

Bosan dengan bentuk peci atau songkok yang beredar di pasaran? Coba saja peci blangkon batik hasil kreasi Muhadi, warga Kabupaten Semarang.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: olies
Tribun Jateng/Hanes Walda
Muhadi terlihat sedang membuat peci blangkon batik, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA – Bosan dengan bentuk peci atau songkok yang beredar di pasaran? Anda bisa mencoba peci blangkon batik hasil kreasi Muhadi, warga Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Peci blangkon batik ini diharapkan bisa menjadi andalan baru untuk mengangkat perekonomian warga Tengaran.

Sesuai namanya, maka peci ini multifungsi. Bisa berfungsi sebagai peci, namun juga dapat dimaksimalkan seperti blangkon. Sehingga bisa dipakai untuk kegiatan ibadah, acara budaya atau lainnya.

Menurut Muhadi, ia memang membuat peci blangkon batik ini karena bosan dengan model peci yang ada di pasaran. Dan tidak semua orang pantas memakai peci itu karena bentuk kepala dan faktor lainnya.

Tahun 2019, Muhadi mulai menciptakan peci blangkon batik. pPoses percobaan memakan waktu hampir enam bulan.

“Dulu itu sepulang dari pesantren dari dulu selalu memakai peci warna hitam dan menurut saya itu kurang luwes. Akhirnya saya pengen memakai peci yang luwes, tapi bentuknya seperti apa itu yang saya cari,” kata Muhadi kepada Tribunjateng.com, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Karanganyar Memasuki Musim Penghujan, BPBD: Waspadailah Potensi Longsor dan Angin Kencang

Baca juga: VIDEO Viral Pembacokan di Depan SPBU Kertijayan Pekalongan Jawa Tengah

Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia Vs Jepang Perempat Final Piala Asia

Akhirnya setelah berbagai macam percobaan yang dilakukan, Muhadi menemukan pola peci yang diinginkan. Ternyata respon dari konsumen juga cocok dengan pola baru peci tersebut.

“Akhirnya kita coba dan pelan-pelan terus saya kembangkan,” ujarnya.

Peci blangkon batik merupakan perpaduan dua penutup kepala dengan fungsi yang berbeda. Peci lazim digunakan dalam acara ibadah dan blangkon dipakai dalam acara ritual atau budaya.

Selain motif batik, konsumen juga dapat memesan dengan motif lain.

“Seringnya kita pakai batik, namun ada juga yang memesan selain batik seperti dibuat polos,” paparnya.

Peci blangkon ini memiliki berbagai macam kelebihan seperti aman saat dicuci. Karena peci ini sama sekali tidak memakai lem. Serta untuk ukuran peci ini pembeli dapat memesan sesuai ukuran kepala.

“Saya juga membuat peci yang all size,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Muhadi mempromosikan peci blangkon batik miliknya dengan cara getok tular atau dari mulut ke mulut. Ia juga menggunakan sosial media yakni Facebook. Harga satu peci blangkon batik dijual dengan harga Rp 40-55 ribu tergantung bentuknya.

“Dalam sehari saya dapat membuat tiga sampai lima peci. Itu saya bikinnya santai,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Tengaran, Dewanto Leksono Widagdo berharap hasil kreativitas Muhadi bisa bersaing dengan peci hasil industri. Harapannya agar bisa menjadi sumber ekonomi warga setempat.

“Kita berupaya semaksimal mungkin untuk mempromosikan peci blangkon batik ini. Potensi seperti ini memang harus terus diangkat agar bermanfaat untuk warga,” kata Dewanto. (han)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved