Berita Internasional

Ilmuwan Ungkap Tumbukan Asteroid Pembunuh Dinosaurus Picu Tsunami Setinggi 1,5 Kilometer

Tumbukan asteroid ternyata juga memicu tsunami berukuran masif setinggi hingga 1,5 kilometer di Teluk Meksiko dan menyebar ke belahan dunia.

ratpack223
Ilustrasi asteroid 

TRIBUNJATENG.COM - Asteroid yang menghantam Bumi 66 juta tahun lalu, menurut studi terbaru, tak hanya mengakibatkan kepunahan dinosaurus.

Tumbukan asteroid ternyata juga memicu tsunami berukuran masif setinggi hingga 1,5 kilometer di Teluk Meksiko dan menyebar ke belahan dunia.

Para ilmuwan menemukan bukti tersebut usai menganalisis inti lebih dari 100 situs di seluruh dunia dan membuat model digital dari gelombang mengerikan setelah dampak asteroid di Semenanjung Yucatan, Meksiko.

Baca juga: Astronot China Berhasil Tanam Padi di Luar Angkasa

"Tsunami itu cukup kuat untuk mengganggu dan mengikis sedimen di cekungan laut di belahan dunia," kata Molly Range, penulis utama studi dari University of Michigan.

Mengutip Live Science, Rabu (5/10/2022) untuk mempelajari lebih lanjut dari tsunami, peneliti kemudian menganalisis sedimen laut tepat sebelum atau setelah peristiwa kepunahan massal yang menandai akhir periode Kapur.

Asteroid hantam Bumi dan mengakibatkan kepunahan dinosaurus.
Asteroid hantam Bumi dan mengakibatkan kepunahan dinosaurus. (iStock Photo)

Peneliti menemukan energi awal dari dampak tsunami 30.000 kali lebih besar dari energi yang dikeluarkan tsunami yang terjadi Desember 2004 dan menewaskan lebih dari 230.000 orang.

Begitu asteroid menghantam Bumi, benda luar angkasa itu menciptakan kawah selebar 100 km dan mengeluarkan awan debu, serta jelaga yang padat ke atmosefer.

Lalu menurut simulasi, selang 2,5 menit setelahnya, material yang dikeluarkan mendorong dinding air keluar dan dengan cepat membuat gelombang setinggi 4,5 km yang kembali menghantam laut.

Namun 10 menit kemudian, gelombang tsunami setinggi 1,5 km sekitar 220 km dari lokasi tumbukan menyapu teluk ke segala arah.

Satu jam setelah tumbukan, tsunami telah meninggalkan Teluk Meksiko dan mengarah ke Atlantik Utara.

 
Empat jam kemudian, tsunami melewati Central American Seaway yang merupakan jalur pemisah Amerika Serikat dan Selatan dan selanjutnya menuju ke Pasifik.

Sehari penuh setelah tabrakan asteroid, gelombang telah melewati sebagian besar Pasifik dan Atlantik, memasuki Samudra Hindia dari kedua sisi, dan menyentuh sebagian besar garis pantai dunia 48 jam setelah tumbukan.

Pemodelan juga menunjukkan, bahwa air yang mengalir begitu cepat, kemungkinan melebihi 0,6 km/jam. Kecepatan tersebut dapat mengikir sedimen berbutir halus di dasar laut.

Tim peneliti bahkan menemukan singkapan atau endapan batu yang terbuka di Selandia Baru bagian timur.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved